Home / KANGBARNO / Siti Maryam Masih Mengajar Meski Kegiatannya makin Padat
Siti Maryam (paling kiri & berkerudung motif) di TK Zaid bin Tsabit

Siti Maryam Masih Mengajar Meski Kegiatannya makin Padat

Meski sibuk dengan berbagai aktivitas, Siti Maryam masih tetap mengajar. Sehari-hari ia masih menyempatkan diri memberi bimbingan kepada murid-muridnya di  TK Islam Zaid Bin Tsabit yang ia dirikan.

Benar.  Siti Maryam memang sejak lama menjadikan TK Islam Zaid Bin Tsabit sebagai awal kiprahnya di masyarakat. Oleh karena itulah, ia mengaku tidak ingin meninggalkan kebiasaaan mengajar, meski menjalani proses pendaftaran dan kesibukan yang padat.

Siti Maryam mengaku tetap semangat, meski penat. Tetap bergairah meski badan mulai pegal. “Perjuangan membutuhkan kesungguhan, perjuangan membutuhkan pengurbanan,” katanya.

Maslahat menurutnya menjadi kata kunci. Kemaslahatan bagi orang banyak menjadi bagian dari perjuangan dimanapun. Partai politik demikian juga, menjadi ladang berhidmat memperjuangkan kemaslahatan orang banyak.

Tetap mengajar anak didiknya, memang sudah menjadi komitmen Siti Maryam. Itulah dunia yang telah membesarkan namanya. Ia juga seperti sudah tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Sebab, hidupnya memang tidak pernah jauh dari bangku sekolah.

Siti Maryam masih sangat ingat, menjadi guru adalah cita-citanya. Itu yang membuatnya, sudah mengajar sejak masa remaja. Saat itu, ia masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah.   Menginjak madrasah aliyah, Siti Maryam mengajar majelis taklim di kampung-kampung. Setamat pendidikan tinggi, kegemaran mengajar tetap melekat hingga kini.

Merampungkan Sekolah Dasar  tahun 1982, sang ayah, Muhammad Salim, mengantar Siti Maryam ke Pendidikan Islam El Nur El Kasysyaf (PINK) Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Masuk pesantren tidak langsung diterima, karena harus mengikuti pelajaran tambahan setahun untuk menyelaraskan ilmu SD dan madrasah. Baru tahun kedua resmi diterima sebagai santri.

 

Di pesantren hingga menamatkan pendidikan tinggi di Institut Agama Islam Shalahuddin Al Ayyubi (Inisa) di kampus yang sama, Siti Maryam terus mengajar hingga menjalani rumah tangga, bahkan ketika kedua anaknya berangkat remaja dan dewasa. Belajar dan mengajar  sudah menyatu menjadi jiwa yang tidak terpisahkan.

Melihat perjalanan hidupnya itu, menjadi tidak mengherankan jika sampai saat ini, Siti Maryam tidak pernah absen mengajar murid-muridnya. Padahal kesibukannya di luar mengajar juga sangat padat. Sebab, ia aktif di banyak organisasi mulai dari organisasi pendidikan, sosial, agama, hingga politik.

Di lingkungan pendidikan, Siti Maryam bergabung dalam Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK), serta Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI). Sedang di organisasi kemasyarakatan menjadi pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

Selain menjadi  pengurus Perempuan Partai  Kebangkitan Bangsa (PPKB), masih banyak kegiatan lain yang dijalani Siti Maryam. Itu, yang membuat kesibukannya meningkat lebih besar.(mg)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *