Home / KANGBARNO / Rezeki Lancar Rumahtangga Harmonis, Pakai Keris PB IX Berdhapur Tilamupih

Rezeki Lancar Rumahtangga Harmonis, Pakai Keris PB IX Berdhapur Tilamupih

Ini jenis keris Nom-noman. Bisa juga disebut sebagai keris PB karena beredar di masa Pakubuwono, raja Surakarta. Dan, inilah keris nom-noman PB 9 yang magis. Memiliki dapur Tilamupih dengan pamor wengkon.

Secara maknawi, tilam upih, sangat mendalam. Tilam merupakan alas tidur. Anyaman dedaunan yang membentuk tikar.  Dari sana, muncul filosofi bahwa keris tilam upih, sebagai symbol kebahagiaan, terutama kebahagiaan keluarga karena hidup serba selaras, ayem-tentrem.

Sebagai keris keluarga, dapur tilamupih memang biasa menjadi pusaka turun-temurun, karena inilah pusaka yang akan menjaga rasa Bahagia. Menjadi pusaka turun-temurun dengan harapan, generasi berikutnya, tetap terjaga kebahagiaan dan ketentraman keluarganya.

Dapur tilamupih adalah bagian dari empat keris utama orang Jawa. Selain tilam upih, biasanya kelaurga Jawa masa lampau, memilik keris dengan dapur tilamsari, kemudian keris brojol, serta keris berdapur jalak sangu tumpeng.

“Ini keris bagus. Warangkanya terbuat dari kayu cendanawangi namkepang. Terasa sangat agung kalau diagem,” kata Rizal Adji Wibowo, kolektor keris  yang membangun komunitas Pandawaadji di Laweyan, Solo.

Pamor keris ini, tambahnya, adalah wengkon. Jadi lengkap sudah, keris nom-noman PB IX berdapur tilamupih ini, sebagai pusaka keluarga. Sebab, pamor wengkon filosofinya juga mendalam.

Secara motif, termasuk sederhana. Tapi tak sesederhana kelihatannya proses pembuatan pamor yang juga sering disebut pamor tepen atau pamor lis-lisan. Membuat garis yang terpola dengan baik,  dibutuhkan bukan hanya pengalaman, tapi sekaligus ketekunan tingkat tinggi. Dan, itu hanya empu mumpuni yang bisa melakukannya.

Di sisi arti, pamor ini memiliki arti yang mendalam. Karena merupakan pemberi batas, merujuk garis pinggi pada motif wengkon. Dengan begitu, sudah pasti, pamor wengkon bisa dipahami sebagai keris yang memberi batas atau pagar bagi pemiliknya sehingga kalis, terhindar dari segala marabahaya.

Karena menjadi yang mengkoni (berasal dari kata wengku yang  bisa diartikan memiliki secara sah) keris ini juga dapat menjadi simbol penjaga kehidupan pemiliknya, sehingga lebih prasojo, bersahaja, hemat, nestiti lan ngati-ati dalam hidup. Pemilik keris berpamor wengkon, juga akan terjaga martabatnya, harta kekayaannya, serta segala kebaikan budinya.(her)

About redaksi

Check Also

Sesok, Ono Nyadran Agung Virtual

Perhelatan besar, Nyadran Agung yang biasa dilaksanakan beramai-ramai di Alun-alun Wates, sudah sejak tahun lalu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *