Presiden Prabowo, Dorong Budaya Wajib Baca Buku dan Pemerintah Siapkan Pembenahan Pelajaran

oleh -143 Dilihat
Oplus_131072

-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kebiasaan membaca perlu kembali dibangun dan dijadikan bagian dari kehidupan keluarga

Jakarta,KABARNO.Com -Presiden Prabowo Subianto turut menaruh perhatian pada kebiasaan membaca sekaligus kualitas buku pelajaran yang digunakan siswa di sekolah. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan budaya membaca di kalangan pelajar dan keluarga Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kebiasaan membaca perlu kembali dibangun dan dijadikan bagian dari kehidupan keluarga maupun proses pendidikan.

“Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prasetyo, buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan sehingga budaya membaca perlu ditanamkan sejak usia dini.

” Pemerintah, terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendorong kembali kebiasaan membaca di lingkungan sekolah dan keluarga,” ucapnya

Prasetyo juga menceritakan pola pendidikan yang diterapkan keluarga Presiden Prabowo ketika masih kecil. Ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo, disebut membiasakan anak-anaknya membaca buku secara rutin setiap pekan.

Setelah membaca, anak-anak diminta membuat rangkuman atau resensi dari buku yang dibaca. Hasilnya kemudian disampaikan kepada orang tua.

“Sejak usia belia, keluarga Pak Mitro mewajibkan putra dan putrinya setiap minggu membaca buku. Kemudian membuat rangkuman atau resensi dan disampaikan ke orang tua,” kata Prasetyo.

Prabowo Soroti Kondisi Buku Pelajaran

Dorongan meningkatkan minat baca juga dibarengi dengan rencana pembenahan buku pelajaran di sekolah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap kualitas buku yang digunakan para siswa, mulai dari materi hingga kondisi fisiknya.

Dalam sejumlah kunjungan, Prabowo disebut menemukan buku pelajaran yang dinilai kurang nyaman digunakan. Beberapa buku memiliki bahan yang mudah rusak, sementara ukuran hurufnya terlalu kecil sehingga menyulitkan siswa, terutama anak-anak sekolah dasar.

“Saat mengecek buku pelajaran, beliau lihat satu per satu, kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga. Kemudian tulisannya kecil-kecil,” ujar Teddy.

Atas temuan tersebut, pemerintah mendorong perbaikan buku ajar agar tidak hanya memiliki materi yang berkualitas, tetapi juga menggunakan bahan yang lebih kuat serta desain yang menarik dan nyaman dibaca.

” Pembenahan buku pelajaran tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun budaya membaca. Pemerintah menilai kebiasaan membaca tidak cukup hanya didorong melalui sekolah, tetapi juga perlu dibangun secara konsisten di lingkungan keluarga,”ungkapnya.

Dengan sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, budaya membaca diharapkan dapat menjadi kebiasaan sejak usia dini sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.