Penjabat Bupati Ajak Brandingkan Cabai PaKu Kulon Progo

oleh -1426 Dilihat
Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi saat panen cabai pantai bersama Kelompok Tani Wahana Tani, Gupit, Karangsewu, Galur

Kulon Progo, KABARNO : Penjabat Bupati Kulon Progo, Srie Nurkyatsiwi meresmikan bangsal pasca panen Hortikultura di Kelompok Tani Wahana Tani, Gupit, Karangsewu, Galur dilanjutkan meresmikan Fasilitasi Revitalisasi Rice Milling Unit (RMU) di Ngestiharjo, Wates pada (Selasa, 5/11/2024).

Penjabat Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi saat panen cabai pantai bersama Kelompok Tani Wahana Tani, Gupit, Karangsewu, Galur

Siwi menyampaikan bahwa Kulon Progo memiliki keberagaman yang sangat luar biasa. Cabai merupakan salah satu komoditas unggulan sub sektor horikultura di Kabupaten Kulon Progo. Cabai PaKu merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki Kulon Progo.

“Kita masih punya potensi, keunikan dan kelebihannya Kulon Progo adalah Cabai PaKu. Punya kelebihan karena tidak mudah busuk, ini lahan yang tadinya pasir bisa dioptimalkan. Maka mari ini kita branding bersama,” ajak Siwi.

Pemasaran Cabai PaKu telah dilaksanakan dengan sistem Pasar lelang, yang difasilitasi oleh Bank Indonesia dengan digitalisasi panen sebanyak 11 Kelompok Tani di wilayah Kapanewon Galur, Panjatan dan Wates. Dan dalam rangka pemasaran telah dibangun bangsal pasca panen hortikultura, sarana pasca panen dan pengolahan hortikultura yang berasal dari dana APBN.

Ofi Nidausolena, selaku Koordinator Pasca Panen dan Pengolahan Hortikultura

Direktorat PPH Hortikultura dan Kementerian Pertanian RI dalam sambutannya menyampaikan bantuan Bangsal Pasca Panen ini dititik beratkan pada pemanfaatan dari bantuan Pemerintah. Harapannya para petani memiliki kreatifitas untuk meningkatkan nilai produknya melalui pengolahan pasca panen.

 

“Dari produk Hortikultura yang sudah dibina oleh kementerian pertanian, Bapak Ibu petani itu harapannya tidak cuma menghasilkan produk segar saja. Tapi kita ingin ada nilai tambahnya dan meningkatkan daya saing. Kalau dari sisi nilai tambah, berarti Bapak Ibu produknya jangan dijual produk segar saja. Tetapi Bapak Ibu melakukan proses pasca panen,” jelas Ofi.

 

Kementerian Hortikultura juga berharap melalui bantuan fasilitas bangsal pasca panen dan ini, dapat melahirkan kelompok tani yang kreatif dan inovatif. Sehingga menghasilkan produk UMKM yang berkualitas, memiliki nilai dan jual yang lebih tinggi di pasar.

 

“Kementerian Hortikultura ini dari 2021-2024 sudah memberikan fasilitas semacam ini kepada lebih dari 700 kelompok petani. Karena kami ingin melahirkan kelompok tani itu bisa tumbuh UMKM nya,” lanjut Ofi.

 

Fasilitas Bangsal Pasca Panen Hortikultura, Sarana pasca panen dan Pengolahan hortikultura ini berasal dari dana APBN. Dengan rincian Bangsal: 226.500.000; Pasca Panen: 64.800.000; Sarana Pengolahan: 30.000.000; Kemasan Produk Olahan: 6.500.000 dengan Total Rp. 327.800.000. (Wur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.