Home / KANGBARNO / Melihat Kesibukan Warsidi Selama Perayaan HUT RI di Kecamatan Kokap

Melihat Kesibukan Warsidi Selama Perayaan HUT RI di Kecamatan Kokap

Sepak-terjang Warsidi sebagai Camat Kokap, memang ngedap-edapi. Lihat saja selama perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73, berbagai kegiatan digelar nyaris di setiap desa di wilayah Kokap. Ia pun sibuk naik-turun gunung, merloke menghadiri semua kegiatan yang digelar warganya.

Kesibukan Warsidi sudah mulai terlihat sejak tanggal 14 Agustus, saat menadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Pramuka. Tiga hari kemudian, ia menjadi memimpin upacara peringatan Kemerdekaan RI, di Lapangan Anjir Kokap.

Setelah itu,  rangkaian kegiatan peringatan HUT RI, terus mengalir. Mulai dari kegiatan hiburan, perlombaan, hingga yang bersifat tasyakuran. Termasuk karnaval yang baru pertama kali digelar di Kecamatan Kokap.

Karnaval yang digelar tanggal 18 Agustus 2018, diikuti 54 kelompok. Berbagai atraksi kesenian ditampilkan dalam arak-arakan yang kolosal ini. Pak Camat terlihat bangga, karena baru pada Agustusan tahun ini, warganya membuat karnaval yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Rangkaian kegiatan selama bulan Agustus masih panjang. Nanti, pada tanggal 23 malam, Pak Camat siap menggelar pentas dalang dakwah dan orjen tunggal. Pementasan ini, menandai diluncurkannya Lembaga Kesejahteraan Sosial ( LKS) di lima desa di Kecamatan Kokap.

Pada tanggal malam tanggal 28 Agustus 2018, akan ditampilkan Slawatan, Karawitan ibu-ibu, dan wayang kulit. Seorang dalang remaja dari Gunungrego Kokap, dipercaya untuk tampil dalam pementasan kali ini.

Triprasetiyo, seorang tokoh muda yang juga Ketua Forum Karangtaruna Pemuda Kokap (FKPK) menilai,  sebagai Camat Kokap, Warsidi memang serba tanggap dalam mengemban tugas pemerintahan. Selalu siap melayani masyarakat maupun tugas sosialnya.

“Pak Warsidi setiap ketemu masyarakat Kokap tidak pernah pandang bulu. Miskin dan kaya semua disapa dengan murah senyum. Kesan yang manarik, setiap ketemu siapa saja, dalam kegitan apapun, Pak Camat menyalami semua masyarakat yang ada di situ,” katanya.

Dan, dalam setiap ada kegiatan, Camat Kokap ini, menurut Triprasetiyo, selalu mengajak hidup sederhana. Tidak hanya mengajak, Warsidi juga memberi contoh hidup sederhana. Setiap bertugas terjun ke lapangan, bila sulit dilalui kendaraan dinas roda empatnya, Warsidi memilih mamakai kendaraan pribadinya, Yamaha Bebek buatan tahun 1975. Motor tua yang di Kokap sudah jarang ditemui itu, masih sehat untuk melintasi jalanan yang naik-turun gunung, meski kadang tetap harus didorong jika tajakannya ekstrem.(MG)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *