Yogyakarta KABARNO.com : Pemda DIY menegaskan komitmennya sebagai provinsi yang proaktif dalam melindungi hak anak dan remaja, menuju generasi emas yang cerdas, sehat, dan berdaya.
Pada Selasa (27/5/2025) di Aula DP3AP2 DIY, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2 DIY) bersama lintas sektor secara resmi mendeklarasikan Komitmen Bersama Pencegahan Pernikahan Dini melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Terpadu Kesehatan Reproduksi Remaja.
Deklarasi ini ditandai dengan peluncuran Komite Kerja Pandu, sebuah inisiatif lintas sektor yang mengedepankan pendekatan edukatif terpadu guna menekan angka pernikahan usia dini di wilayah DIY.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peran Komite Kerja Pandu sebagai langkah strategis untuk menurunkan angka pernikahan dini di DIY. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ruang aman, edukatif, dan partisipatif bagi remaja dalam memahami serta menjaga kesehatan reproduksi mereka.
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang yang aman, edukatif, dan partisipatif bagi remaja.
“pernikahan dini berdampak signifikan terhadap pendidikan, kesehatan, dan masa depan anak. Dengan KIE terpadu, materi edukasi dapat digunakan secara seragam oleh seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, media, dan masyarakat untuk menjangkau remaja secara komprehensif,” katanya.
“Peluncuran Komite Kerja Pandu menjadi momen penting untuk menyegarkan regulasi dan kebijakan daerah dalam pencegahan pernikahan usia dini, termasuk penguatan implementasi Perbup dan Perwal yang telah ada di tingkat kabupaten/kota,” ujar Erlina.
Ketua Komisi D DPRD DIY, R.B. Dwi Wahyu, menilai pernikahan dini sebagai persoalan serius dengan dampak jangka panjang.
“Pernikahan usia dini dapat menghambat pendidikan, membahayakan kesehatan reproduksi, dan melemahkan ketahanan keluarga. Pencegahannya harus dilakukan secara terpadu melalui pendekatan edukatif yang menjangkau seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. (Wur)








