Yogyakarta, KABARNO : Selama dua pekan dari awal hingga pertengahan April 2025, telah terjadi empat kali kecelakaan laut wisatawan terbawa ombak laut Pantai Parangtritis. Akibat kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Menanggapi hal ini, Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan kehati-hatian wisatawan yang beraktivitas di pantai sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya lakalaut terseret ombak atau pun tenggelam.
Dijelaskan Noviar di pantai parangtritis terdapat ripcurrent yang berbahaya. Pihaknya telah menerjunkan petugas untuk berjaga bertugas mengingatkan pengunjung untuk tidak bermain air. Jika memang berenang harus dengan peralatan keselamatan seperti life jacket.
“Ya memang saya mengimbau untuk berhati-hati. Jadi di Paantai Parangtritis itu memang ada rip current yang selalu di tempatnya di titik itu sehingga kan petugas kami juga sudah mengingatkan pengunjung untuk tidak bermain air. Walaupun misalnya berenang di air mohon memakai life jacket. Jadi itu safety-nya gitu,” kata Noviar Rahmad di Yogyakarta Rabu (16/4/2025).
Dijelaskan Noviar, khusus di Pantai Parangtritis setidaknya ada 69 petugas satlinmas rescue istimewa yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan pemantauan aktivitas pengujung pantai dan mengedukasi bahaya ripcurrent, sebagai antisipasi meminimalisir terjadinya lakalaut.
“Khusus di Parangtritis itu ada 69 petugas kita yang standby. Ditambah dengan personel dari Polrurut, dari Angkatan Laut, dari Basarnas, kemudian juga dari kelompok-kelompok relawan yang lain juga sudah standby di sana gitu,” terang Noviar.
Hanya saja diakui Noviar, pengetahuan terkait bahaya ripcurrent masih terbatas. Disisi lain kesadaran wisatawan untuk mematuhi aturan rambu-rambu dan imbauan yang disampaikan petugas juga masih perlu ditingkatkan.
“Tetapi kan selalu masyarakat yang dari luar yang datang ke Jogja mereka yang pergi berwisata itu tidak paham, kemudian ketika diberikan himbauan juga tidak mendengar gitu lah,” lanjutnya.
Berdasar data, sepanjang dua pekan awal April terjadi lakalaut sejumlah wisatawan terseret ombak.
Kecelakaan laut pertama terjadi pada 3 April 2025, dengan korban berhasil diselamatkan.
4 April, tiga wisatawan dilaporkan tenggelam. Dua berhasil diselamatkan, sementara satu korban, Andreas Julian Pratana (18) asal Semarang, dinyatakan hilang.
8 April seorang wisatawan asal Demak, Jawa Tengah terbawa arus ke tengah dan tenggelam namun kemudian berhasil diselamatkan petugas.
Sementara pada 12 April, tiga wisatawan terseret ombak. Dua di antaranya berhasil diselamatkan, dan satu korban bernama Pujo (35) asal Banjarnegara dinyatakan hilang. Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari akhirnya korban ditemukan pada Senin (14/4/2025). (Wur)









