Home / KANGBARNO / Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dapat Anugerah Buku Asean 2018

Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono dapat Anugerah Buku Asean 2018

Hujan Bulan Juni, buku kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono, dinyatakan sebagai buku bermutu tinggi, dalam forum Asean. Buku yang memuat puisi berjudul Aku Ingin, yang sangat populer itu, memang menyihir begitu banyak orang di dunia.

Anugrah Buku adalah rangkaian dari Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF), yang digelar sejak 27 April hingga 6 Mei nanti.

Anugerah Buku 2018, akan diserahkan kepada SDD (inisial nama Sapardi di kalangan terdekat) di Hotel Seri Pacifik, Kuala Lumpur Malaysia, besok, Senin 30 April 2018.

Penghargaan yang diterima Sapardi adalah pengkauan dunia untuk kepenyairannya. Masuk dalam kategori Anugerah Kompilasi Buku Terbaik, surat penghargaan untuk buku Hujan Bulan Juni, diberikan oleh Yayasan Pembangunan Buku Negara Malaysia.

Besok, Sapardi Djoko Damono dijadwalkan hadir di KLBF. Ia juga akan menjadi pembicara di mimbar utama di depan para penulis, penerbit, dan pecinta buku dunia.

Seperti diketahui, dalam KLIBF 2018, Indonesia adalah tamu kehormatan, karena posisinya yang dipandang istimewa. Selama ini, Malaysia juga menjadi pasar besar, bagi buku-buku terbitan Indonesia.

Sementara itu, Anugeran Buku Asean 2018, yang diberikan kepada Sapardi Djoko Damono, bukan penghargaan internasional pertama. Profesor sekaligus sastrawan terpandang Indonesia ini, sudah mengoleksi begitu banyak tropi tingkat dunia.

Berpuluh tahun silam, Sapardi juga pernah menerima penghargaan dari Malaysia. Saat itu, tahun 1983.Bukunya yang berjudul Sihir Hujan, menerima Anugerah Puisi Puisi Putera II dari Malaysia. Jauh sebelum itu, penerima penghargaan Khatulistiwa Award tahun 2004 ini, juga mendapat penghargaan Cultural Award dari pemerintah Australia. Tahunnya,  1978.

Puncak penghargaan tingkat Asean, diperoleh pria kelahiran 20 Maret 1940 ini, saat menerima hadiah SEA Write Award (Hadiah Sastra Asean). Penghargaan tertinggi bagi penulis di seluruh Asean itu, diberikan pada 1986. Sapardi menjadi salah seorang dari 30an sastrawan Indonesia yang pernah menerima SEA Write Award. (kib)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *