SEMARANG,KABARNO.Com– Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se Kota Semarang melakukan unjuk rasa menuntut perbaikan ekonomi dan penurunan harga BBM. Karena kenaikan tersebut dinilai memberatkan masyarakat. Begitu juga Makan Gizi Gratis (MBG) program pemerintah harus dievaluasi secara total.
” Pemerintah harus bisa menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai rupiah terhadap dollar Amerika,” pinta seorang pengunjuk rasa di atas mobil pickup yang digunakan untuk orasi.
Para mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan HMI tersebut juga melakukan pembakaran ban di pintu gerbang Gedung Kantor Gubernur Jateng, serta mau memaksakan diri mau masuk halaman.
Sementara itu, aparat keamanan yang benar jaga jaga mengawasi jalannya demo mahasiswa tersebut tetap melakukan cara yang humanis, tidak terpancing provokasi oleh perbuatan mahasiswa, meski orasi dalam menyampaikan aspirasi terus dikumandangkan.
” Pembakaran ban yang dilakukan para mahasiswa itu, sebenarnya menyalahi aturan, karena api bisa merembet ke kabel listrik sehingga petugas menyemprot dan memastikannya,” ujar Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto ditengah memantau jalannya demo di lokasi kejadian.
Mengawal Aspirasi Mahasiswa

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen akan mengawal berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi yang belakangan berlangsung.
Menurutnya, Pemprov Jateng menghormati penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan oleh para mahasiswa. Pihaknya telah memetakan berbagai tuntutan yang disuarakan mahasiswa untuk menentukan langkah pengawalan yang diperlukan.
“Kita melihat aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Kita petakan mana yang menjadi tuntutan untuk pemerintah di Provinsi Jawa Tengah, baik untuk eksekutif maupun legislatif. Apa yang perlu kita kawal, ya kita kawal. Kita akan mendengarkan semuanya,” ujarnya usai mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Gedung Berlian, Semarang, Rabu, 17 Juni 2026.
Gus Yasin menjelaskan, sebagian besar tuntutan yang disampaikan mahasiswa saat ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, Pemprov Jateng berperan memastikan aspirasi tersebut tersampaikan kepada pihak yang berwenang.
“Yang disuarakan oleh kawan-kawan ini sifatnya untuk pemerintah pusat. Sehingga kita pastikan bahwa suara itu tersampaikan,” katanya.
Dia menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Bahkan, menurutnya, pemerintah pusat juga telah membuka ruang dialog dengan para mahasiswa dan mulai merespons sejumlah tuntutan yang disampaikan.
Pemerintah Sudah Membuka Ruang Diskusi
“Semuanya sudah tampung. Tinggal kita kawal ke pemerintah pusat. Di pusat sendiri juga sudah disampaikan. Pemerintah juga sudah membuka ruang diskusi,” ungkapnya.
Meski mendukung penyampaian aspirasi, Wagub mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang kondusif di Jawa Tengah.
Ia menilai stabilitas daerah perlu dijaga bersama karena saat ini pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Tengah menunjukkan tren yang positif.
Dibeberkan dia, investasi yang masuk ke Jawa Tengah pada Triwulan I tahun 2026 mencapai Rp23,02 triliun. Investasi tersebut mayoritas bergerak di sektor padat karya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pembukaan lapangan pekerjaan.
“Investor yang saat ini sudah menginvestasikan modalnya harus kita kawal bersama-sama. Kalau suasananya kondusif, pertumbuhan ekonomi juga akan berjalan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengimbau mahasiswa agar menyampaikan pendapat secara tertib, sehingga tujuan utama demonstrasi dapat tersampaikan dengan baik.(sup*)








