Oleh : Suparman
Dalam perkembangan jurnalistik rasanya akan ketinggalan jaman jika sampai kata- kata Citizen Journalism tidak kita kenal. Tetapi kata yang diucapkan oleh siapapun dalam mengamati perkembangan media, baik mereka yang berada di lingkaran dalam media seperti para praktisi, kru dan pemilik media, maupun mereka yang berada di luar media seperti para pengamat media. Kurang gaul rasanya kalau sampai ketinggalan isu tersebut.
Citizen Journalism sudah sangat menggejala dalam masyarakat digital saat ini. Bagi yang sudah lama mencermati dinamika dunia jurnalistik dari esensinya yang paling dalam, sebenarnya cuma masalah beda beda istilah. Spiritnya tetap sama dengan public jurnalism atau Civic Journalism yang terkenal pada tahun 80-an. Namun perkara bagaimana menjadikan jurnalisme bukan lagi sebuah ranah yang semata mata dikuasai oleh para jurnalis. Dikuasai dalam arti diproduksi, dikelola, dan disebarluaskan oleh institusi media atas nama bisnis ataupun kepentingan politis.
Bila kita sepakat dengan pendapat bahwa jurnalisme itu adalah menginformasikan kejadian kepada masyarakat, maka citizen journalism masuk dalam ranah jurnalisme. Meskipun tanpa ada sistem yang melingkupi wartawan dalam mainstream media.Tapi kemajuan teknologi membuat akses publik untuk memasuki ranah jurnalistik semakin terbuka.
Hanya semangatnya sekali lagi tetap sama yaitu mendekatkan jurnalisme pada publiknya. Bedanya open source di masa sekarang semakin terbuka saja, ketika teknologi media kian berkembang. Kemajuan teknologi media membuat semangat partisipatoris yang melibatkan publik dalam mendefinisikan isi semakin terakomodasi.
Ada orang yang mengatakan bahwa setiap kita sebenarnya adalah seorang jurnalis bagi diri kita sendiri. Sadar atau tidak, hidup kita memang penuh dengan pencarian tentang sesuatu dan refleksi diri atas hal tersebut. Meski kadar setiap orang akan berbeda beda. Beberapa orang mungkin hanya menyukai proses mencari sesuatu dan menjadikannya sebagai pengetahuan bagi dirinya sendiri. Namun ada juga beberapa orang yang setelah proses pencarian itu, lalu membuat hasil refleksinya di situs pribadi atau bahkan memublikasikannya di media massa.
Sahat Sahala Tua Saragih mengatakan dalam artikelnya, wawancara dalam konteks jurnalisme, bahwa pada dasarnya manusia memiliki naluri untuk tahu dan untuk diberi tahu. Hal inilah yang menjadi sebuah alasan kuat yang dapat menjelaskan pendapat bahwa setiap kita adalah jurnalis. Namun dalam perkembangannya fenomena ini disebut orang sebagai Citizen Journalism.
Pada dasarnya citizen Journalism tetap melibatkan kegiatan seperti mengumpulkan, mengolah dan menyebarluaskan berita. Namun biasanya yang melakukan hal tersebut adalah wartawan, maka dalam istilah citizen Journalism subyeknya adalah publik secara luas dan terbuka.
Meski citizen Journalism sering disebut participatory Journalism, natizen , open source Journalism dan grassroot Journalism. Citizen Journalism adalah keterlibatan warga dalam memberitakan sesuatu. Seseorang tanpa memandang latar belakang pendidikan, keahlian dapat merencanakan, mencari , mengolah, melaporkan informasi ( tulisan, gambar, foto, tuturan) video kepada orang lain. Jadi setiap orang bisa menjadi wartawan menurut penganjur citizen Journalism ( Nurudin, 2019).
J.D Lesica dalam Online Journalism Review (2003) mengatagorikan media citizen Journalism ke dalam ilma tipe yaitu, Pertama, Partisipasi audience ( blog pribadi, foto atau video gambar yang tertangkap kamera atau berita lokal yang ditulis penghuni sebuah komunitas, komentar komentar pengguna yang dilampirkan untuk mengomentari berita berita). Kedua, berita independen dan informasi yang ditulis dalam website. Ketiga, partisipasi di situs tentang berita berita yang ditampilkan, bisa berupa komentar komentar yang terkait dengan berita tersebut. Keempat, media tips atau tulisan tulisan ringan seperti dalam mailling list dan email. Kelima, situs penyiaran pribadi ( situs penyiaran video pribadi).
Perkembangan Citizen Journalism
Kehadiran internet belakangan ini sebagai upaya untuk pemacu secara kuat perkembangan citizen Journalism. Internet dengan kecanggihannya yang dimiliki menawarkan kesempatan yang luas bagi publik untuk dapat menumpahkan ide dan gagasan mereka di situs situs pribadi yang gratis dan simpel yang lebih akrab disebut sebagai blog.
Fenomena menjamurnya blog ini merupakan bentuk eksistensi diri di dunia Maya bagi seseorang. Namun lebih dari itu, jika kita lihat dari aspek lain keberadaan blog ini memacu dunia tulis menulis di kalangan publik. Informasi yang dulu hanya bisa dinikmati dari berbagai media massa melalui goresan tangan seorang wartawan, kini bisa dinikmati di berbagai tempat dengan tangan sendiri selain tangan wartawan.
Sebenarnya citizen Journalism tidak hanya terpatok satu media saja seperti internet, akan tetapi mencakup semua jenis media. Hanya saja memang media internet memiliki kelebihan kelebihan yang tidak dimiliki media lain. Selain karena aksesnya yang lebih murah dan cepat, media internet menawarkan sebuah fasilitas berdialog langsung dengan audiens yang menjadi pembaca atau penikmatnya.
Dalam satu situs di internet ada yang berpendapat bahwa kehadiran citizen Journalism salah satunya dipicu oleh sebuah peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat tepatnya pada tahun 2004. Saat itu dilaksanakan pemilihan presiden Amerika Serikat, Bush dari partai Republik dan Kerry dari partai Demokrat yang bersaing ketat memperebutkan kursi Kepresidenan.
Disebutkan, dalam situs tersebut bahwa masyarakat Amerika Serikat saat itu merasa jenuh dengan pembetitaan-pemberitaan yang ada di media. Akhirnya mereka melampiaskan seluruh pendapat dan perasaannya kedalam wadah Webblog, di mana semua yang mereka pikirkan dan rasakan bisa dipublikasikan dan dibagikan dengan yang lainnya.
Dapat dipastikan bahwa citizen Journalism hadir dari sebuah perkembangan teknologi yang cepat yang dipelopori oleh kehadiran internet. Oleh karena itu, citizen Journalism hadir dari sebuah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih hingga sekarang ini. Hubungan yang terjadi berbentuk linier ini semakin tinggi perkembangan teknologi, semakin marak dan mendunia pula fenomena citizen Journalism sehingga bisa kita lihat dengan studi realita yang ada.
Begitu erat kaitan antara internet dan citizen Journalism. Tidak ada alasan lain yang bisa disampaikan kecuali memang dalam internet itu ada sebuah keunikan berbeda. Hingga saat ini internet diakui sebagai sebuah media tercanggih yang memungkinkan orang untuk mengetahui banyak hal dengan hanya mengetikkan alamat situs saja.
Apalagi sekarang ini kebebasan berpendapat adalah sebuah hal yang sangat dijaga keberlangsungannya. Orang orang semakin asyik dengan kesenangannya mengomentari hal hal terkecil yang bahkan mungkin kurang penting. Namun segala hal yang ada baik itu tentang dirinya maupun lingkungan terdekatnya akan diungkapkan dalam sebuah tulisan. Fenomena ini adalah bentuk implikasinya dari berbagai kemudahan fasilitas teknologi yang disediakan.
Dengan teknologi yang semakin canggih sekarang ini tidak perlu kirim artikel lewat pos, ketika ingin artikel tersebut dibaca orang banyak di sebuah media massa cetak. Saat ini yang cukup dilakukan adalah menulis dan baik dengan mengelola sebuah webblog dengan cermat. Agar kita bisa menjadi citizen Journalism yang baik pula, satu hal perlu disadari adalah bahwa perkembangan citizen Journalism ini tidak lepas dari perbincangan masalah perkembangan media internet.
Penulis : Suparman wartawan utama anggota PWI Jateng. Alumni S2 Komunikasi Undip dan Alumni S2,S3 Manajemen Unissula Semarang








