Home / KANGBARNO / Cinta tanpa Ribet Gaya Chicco Jerico-Putri Marino  

Cinta tanpa Ribet Gaya Chicco Jerico-Putri Marino  

Meski serba mengejutkan, pernikahan Chicco Jeriko dan Putri Marino, member hal indah buat keduanya. Romantisme tercipta saat mereka mengisahkan jalan cintanya yang tak biasa. Kemesraan mengalir secara sederhana, misalnya saja saat Putri tersipu begitu memperkenalkan Chicco sebagai suaminya.

Keputusan Chicco menikahi Putri adalah jalan yang tidak main-main, meski mereka baru berpacaran tiga bulan. Sebab Chicco memang tidak mencari pacar melainkan pasangan hidup. Bersamaan dengan itu, ada keyakinan bahwa Putri adalah sosok yang dicari selama ini.  Baginya, Putri membukakan pikiran sekaligus memperlihatkan bahwa yang dibutuhin itu lebih penting daripada apa yang dimaui.

“Ya gue bersyuukur banget sih menurut gue putri adalah jawab yang selama ini gue minta. Doa gue, di usia gue yang ke 33 gue menemukan jodoh,” kata Chico yang akhirnya, menikah di tanggal yang disenangi, 3 bulan 3 di usia 33 tahun.

Sementara itu, bagi Putri Marino, sosok Chicco Jeriko adalah idola yang sudah digandrungi sejak kecil. “Waktu aku SMP aku lagi ngelihat infotaimen terus aku ngelihat Chicco. Aku bilang ke mama, kapan bisa punya pacar kayak Chicco Jeriko ya,” jelas Putri yang impiannya menjadi kenyataan beberapa tahun kemudian.

Perjalanan cinta Chicco dengan putri,   memang serba mengejutkan publik.  Kenal dua tahun lalu, kemudian tidak pernah bertemu, keduanya menjadi dekat setelah dipertemukan oleh seorang sahabat.  Saat itu, Putri merasa sangat bahagia, karena tiba-tiba saja ditelepon Chicco yang diidolakan.  Tapi pada awal pertemuan, Chicco mengaku, Putri sangat susah diajak jalan. “Diajakin jalan susah banget sih awalnya tapi lama-lama akhirnya jalan ngobrol nyambung,” kata Chicco.

Jadi begitulah. Setelah tiga bulan menjalani hari-hari sebagai sepasang kekasih, Chicco Jeriko dan Putri Marino, akhirnya sepakat menuju altar pernikahan. Chicco sengaja memilih Bali karena memang pernah bermimpi bisa menikah di pulau dewata.

Menurutnya, dua tahun lalu, tepatnya 2 Maret 2016, ia pernah datang  ke sebuah tempat di Nusa Dua. Saat itulah muncul angan untuk menikah di tempat tersebut. Dan, setahun kemudian, atau persisnya pada tanggal 3 Maret 2018, ia benar-benar menyunting gadis pujaan di tempat yang diimpi-impikan.

“Gak bisa diungkapin dengan kata-kata ketika kita ngucapin janji apa ya beda lah untuk ngapalin skrip film. Glageban gak bisa ngomong, yang ada nangis. Nangis bahagia. Perasaan bahagia yang belum pernah gue rasain sih itu  seumur hidup gue,” jelasnya.(kib)

About redaksi

Check Also

Sugeng Tindhak Bopo MT  MT Arifin

Rabu, 9 September 2020, menjadi hari berduga bagi para penggiat budaya. Sebab hari itu, budayawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *