Home / KANGBARNO / Camat Samigaluh, Triyanto Raharjo Sambut Warganya yang Selamat dari Gempa Palu

Camat Samigaluh, Triyanto Raharjo Sambut Warganya yang Selamat dari Gempa Palu

Mbah Tupiah bungah. Wanita 70 tahun ini wargi Pedukuhan Beteng, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Seorang janda manula yang bahagia karena anak-menantu dan cucu  yang terrkena gempa di Sulawesi Tengah bisa pulang.

Itu, dikatakan Triyanto Raharjo, Camat Samigaluh yang ikut menyambut warga Samigaluh yang terbebas dari gempa. “Sebagai seorang ibu tentu akan sangat senang dikunjungi anak beserta keluarganya, lebih lebih selama ini beliau tinggal seorang diri di rumah. Rumah yang biasanya sepi, kini menjadi hangat dengan canda dan gelak tawa,” jelas pak camat.

Meski bahagia, tambah Triyanto Raharjo, di sisi lain Tupiah merasakan beban keseharian yang makin berat karena harus menanggung biaya hidup enam orang termasuk dirinya, sementara beliau tidak mungkin “sambat” pada anaknya yang sekarang tinggal serumah.

Kehadiran mereka di rumah itu karena musibah gempa di Palu.
Mereka adalah Lili Kurniawan (47 tahun) dan Parniati istrinya yang berunur 43 tahun beserta tiga anaknya Novi Pujiningsih (26 tahun), Andhini Sifa (13 tahun), dan Naila Aprilia (7 tahun) hanya betah tiga hari tinggal di tenda pengungsian di Palu.

Mereka memilih pulang ke orang tuanya di Samigaluh sambil menenangkan diri, namun dari hari ke hari menjadi semakin berat untuk biaya kehidupan karena tidak ada pemasukan pendapatan, sedangkan Tupiah bukanlah orang yang berkecukupan.

Maka untuk meringankan beban yang sedang dialami Tupiah, atas hasil koordinasi dengan Kepala Dukuh, Pemerintah Desa, KUA Samigaluh, TKSK dan Kecamatan Samigaluh, mereka diberikan bantuan uang sebesar Rp. 1,5 jt dan beras 10 kg, telur 3 kg dan minyak goreng 2 liter.

Bantuan diserahkan oleh Camat Samigaluh didampingi Kepala Desa Pagerharjo, Dukuh Beteng, Penyuluh Agama Muh Tamrin, Kasi Kesra Kecamatan beserta staf dan TKSK Kecamatan Samigaluh. (yad)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *