Bupati Kulon Progo Targetkan Persoalan RTLH Clear di Era Kepemimpinannya

oleh -797 Dilihat

Kulon Progo, KABARNO.com : Bupati Kulon Progo, R Agung Setyawan menargetkan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kulon Progo selesai di era kepemimpinannya.

Hal itu ditekankan Agung saat penyerahan bantuan rumah layak huni dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulon Progo di rumah Sumaryono warga Jogoyudan, Wates, Kulon Progo Senin (19/5/2025).

“Radiusnya ini kan enggak ada 1 kilo dari kantor Pemda mosok masih ada rumah yang seperti itu. Tapi kami targetkan adalah hak dasar tentang perumahan di kepemimpinan saya harus clear. Hak dasar tentang perumahan terpenuhi,” tandas Agung.

 

Agung mengaku mendapat laporan adanya informasi adanya rumah tidak layak huni dari masyarakat melalui media sosial. Kemudian dilakukan koordinasi sehingga dapat terlaksana penyaluran bantuan. Untuk itu Agung juga meminta masyarakat untuk menginformasikan jika masih ada rumah tidak layak huni di lingkungannya.

 

Agung juga mengapresiasi Baznas Kulon Progo yang cukup proaktif membantu masyarakat memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak.

 

Ia pun mengajak para pengusaha dan masyarakat secara umum lainnya untuk menyalurkan zakat infak dan sodaqohnya melalui Baznas.

 

“Maka tolong pengusaha-pengusaha, orang yang mempunyai kemampuan berlebih untuk membantu orang yang belum beruntung, silakan percayakan kepada Baznas dan akan mendapatkan pelaporan komplit dari Baznas,” tuturnya.

 

Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Kulon Progo Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Sugiyanta menjelaskan Baznas Kulon Progo menyalurkan bantuan stimulan Rumah Layak Huni Baznas masing-masing senilai Rp 20 juta rupiah untuk 6 KK penerima, terdiri dari 3 KK penerima dari Kelurahan Wates dan 3 lainnya dari Kalurahan Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo. Selain itu, disalurkan pula bantuan stimulan senilai Rp 7,5 juta untuk perbaikan Atap, Lantai, Dinding (Aladin) untuk 1 KK penerima.

 

Stimulan yang diberikan ini juga termasuk untuk penyediaan sanitasi.

 

“Biaya stimulan yang kami berikan untuk Rumah Layak Huni Baznas atau kalau disini disebut RTLH dan bantuan Aladin itu juga termasuk untuk perbaikan jamban yang layak,” jelasnya.

 

Salah satu penerima bantuan, Sumaryono dari Jogoyudan Wates mengaku bersyukur mendapatkan bantuan stimulus untuk memperbaiki rumahnya yang hingga saat ini masih berdinding bambu dan merupakan peninggalan simbah buyutnya.

 

“Alhamdulillah terima kasih sekali, dengan bantuan ini nanti bisa memperbaiki rumah terutama untuk atap ya ini ya. Kalau saya sendiri hanya kerja buruh serabutan, kalau pas ada kerjaan bangunan ikut kalau gak ada kerjaan saya ngojek, istri saya kerja di warung, anak saya 3 satu kerjadi bakso, satu SMK, satu masih SD. Terima kasih sekali,” katanya.

 

Lurah Wates, Bambang Sunartito mengatakan di Kelurahan Wates pada pendataan 2023 tercatat ada 47 rumah tidak layak huni. Hingga saat ini, bantuan dari berbagai program baik itu dari DPU P ESDM DIY, DPU Kulon Progo, dana keistimewaan, dan dana CSR telah menyasar 30 rumah, sehingga tinggal tersisa 17 rumah tidak layak huni yang belum tergarap.

 

Diharapkan ada dukungan dari berbagai pihak agar persoalan rumah tidak layak huni di Kelurahan Wates segera terselesaikan.

 

“Kita justru berharap untuk Kelurahan Wates ada skala prioritas ya, skala prioritas terutama dari Provinsi, dari aspirasi dewan itu yang kita harapkan. Karena kalau ditopang dengan anggaran yang di tingkat kelurahan tidak ada anggaran di sana,” harap Tito. (Wur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.