BNNP Gandeng Gubernur Ahmad Luthfi Perkuat P4GN Melalui Ananda Bersinar

oleh -220 Dilihat

Semarang,KABARNO.Com- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mengakselerasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus membangun benteng perlindungan bagi generasi muda melalui gerakan ANANDA Bersinar.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi Kepala BNNP Jawa Tengah dengan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026).

” Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah daerah dan BNN dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang semakin membutuhkan penanganan secara terpadu,” ungkap Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam audiensi dengani Gubernur Jawa Tengah.m Ahmad Lutfhi

Agus Rokhmat menyampaikan, bahwa persoalan narkotika tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Pencegahan harus diperkuat dari hulu dengan membangun ketahanan keluarga, satuan pendidikan, lingkungan masyarakat, hingga lingkungan pemerintahan.

“Permasalahan narkotika merupakan tanggung jawab bersama. BNN tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi sangat penting untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Agus Rohmat.

Menurut Agus, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus diterjemahkan dalam program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Edukasi mengenai bahaya narkotika tidak boleh berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi harus diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat sehingga mampu mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Dalam konteks tersebut, ANANDA Bersinar menjadi salah satu pendekatan strategis yang perlu diperkuat. Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA) Bersinar menempatkan anak dan generasi muda sebagai bagian penting dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan memiliki daya tahan terhadap ancaman narkotika.

“Kami berharap sinergi ini semakin diperkuat melalui berbagai program bersama, mulai dari edukasi dan sosialisasi, penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat, deteksi dini, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat. Kita ingin memastikan pencegahan dimulai sejak dini, dari anak-anak dan lingkungan terdekat mereka,” tegas Agus.

Ia menambahkan, gerakan ANANDA Bersinar tidak hanya menjadi program BNN, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.

“Anak-anak kita adalah masa depan Jawa Tengah dan Indonesia. Karena itu, mereka harus kita lindungi bersama. Jangan sampai narkotika merampas masa depan generasi yang sedang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Ancaman Narkotika Membutuhkan Respon Bersama 

Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat sinergi dengan BNNP Jawa Tengah dalam pelaksanaan P4GN.

Menurut Ahmad Luthfi, ancaman narkotika membutuhkan respons bersama karena dampaknya tidak hanya menyentuh persoalan hukum, tetapi juga kesehatan, pendidikan, ketahanan keluarga, produktivitas masyarakat, hingga masa depan generasi muda.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tentu mendukung penuh upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Sinergi antara pemerintah daerah dan BNN harus terus diperkuat agar program P4GN dapat dilaksanakan secara lebih terintegrasi dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Ahmad Luthfi.

Ia menekankan, bahwa pencegahan harus dilakukan sedini mungkin, terutama dengan memperkuat peran keluarga dan lingkungan pendidikan.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan generasi muda. Pemerintah daerah bersama BNN dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir memberikan edukasi serta menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” lanjutnya.

Menurut Ahmad Luthfi, pembangunan Jawa Tengah tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat, terutama generasi muda, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan sosial.

Karena itu, penguatan program P4GN harus menjadi bagian dari kerja bersama lintas sektor. Pemerintah provinsi akan terus mendorong keterlibatan perangkat daerah dalam mendukung berbagai program pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, maupun upaya pemberantasan sesuai kewenangan masing-masing.

Keterlibatan Seluruh Elemen 

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo, S.T., M.M., turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan koordinasi antara BNNP Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dia menilai, persoalan narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena ancamannya dapat masuk ke berbagai lapisan kehidupan.

“Bakesbangpol Jawa Tengah siap mendukung penguatan koordinasi dalam pelaksanaan P4GN. Pencegahan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, sehingga sinergi antara pemerintah, BNN, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya harus terus dibangun,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa pendekatan kolaboratif harus terus dikembangkan agar upaya P4GN tidak hanya berorientasi pada penanganan setelah terjadi penyalahgunaan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat sejak awal.

“Ketahanan masyarakat harus menjadi bagian penting dari strategi pencegahan. Kita perlu membangun lingkungan yang mampu mengenali, mencegah, dan merespons ancaman narkotika sejak dini,” tambahnya.(sup*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.