BAZNAS Jateng Serahkan 7000 Paket Sembako Ramadhan kepada yang Berhak

oleh -201 Dilihat

SEMARANG,KABARNO.COM – BAZNAS Jateng dalam bulan Ramadan terus berbagi kepada berbagai lembaga dan organisasi di Jawa Tengah. Setidaknya jumlah keseluruhan lembaga yang mendapatkan paket sembako tersebut ada 115 lembaga.

Yang hadir mengikuti prosesi penyerahan paket sembako ada 34 lembaga. Dan masing-masing lembaga diwakili 2 orang, berkumpul di Lt 5 Gedung F Setda Provinsi Jawa Tengah, Jl. Menteri Supeno 2 B Kota Semarang.

Mereka hadir dalam rangka mengikuti acara simbolis Penyerahan Paket Sembako Ramadhan 1447 Hijriyah BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Kamis 12 Maret 2026.

“Tahun 2026 ini bertepatan dengan Ramadhan 1447 Hijriyah ini, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah menyerahkan 7000 paket sembako masing-masing senilai Rp 250.000,-. Jadi totalnya Rp  1.750.000.000 triliun atau Rp 1,7 trilun,” kata Ketua BAZNAS Jawa Tengah KH Ahmad Darodji dalam sambutannya.

Kyai Darodji menjelaskan, zakat seperti ini kalau di Semarang jaman dulu, polanya berbeda. Dulu para musytahik banyak yang mendatangi rumah-rumah orang berada.

“Ya karim ya karim ya karim. Kalimat itulah yang diteriakkan ketika mereka berada di depan pintu rumah calon muzakki. Otomatis tuan rumah sudah tahu dan dikasih sedekah atau zakatlah para penyuara ya karim ya karim tersebut,” katanya.

Dikelola oleh Badan Amil Zakat 

Hanya sekarang ini, lanjutnya, pola itu sudah mulai ditinggalkan. Kecenderungan sekarang ya dikelola oleh badan amil zakat. Jadi tidak perlu susah-susah muzakki perseorangan menyeleksi dan melayani masyarakat yang berjubel di depan rumah.

“Kalau semua umat Islam itu peduli dengan amalan zakat, diperkirakan akan terkumpul setiap tahunnya itu Rp 237 triliun. Namun kenyataannya hanya terkumpul Rp 61 triliun. Ini masih jauh dengan persentase antara kewajiban wajib zakat dan realisasinya,” ujar Kyai Darodji.

Meski begitu, kalau seandainya dana zakat itu terkumpul semuanya, semua urusan jadi gampang. Mau membangun masjid, pesantren, sarana pendidikan, sangatlah mudah karena uang sudah tersedia.

Sayangnya, keluh Kyai Darodji, dana zakat yang terkumpul belum ada lima puluh persen. Akibatnya, pembangunan sarana dan prasarana khususnya umat Islam, masih tersendat-sendat. Bahkan harus lebih selektif kepada siapa yang terlebih dulu menerima uang zakat.

“Ini karena terbatasnya dana yang harus ditasyarufkan kepada yang berhak. Oh ini ternyata harus didahulukan. Yang ini belum urgen, ditunda dulu, dan seterusnya,” jelasnya.

Oleh karena itu,  pihaknya meminta agar ummat Islam khususnya di Jawa Tengah peduli dengan kewajibannya membayar zakat.(***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.