Home / KANGBARNO / 14-30 September Ono Lomba Ngarak Blarak

14-30 September Ono Lomba Ngarak Blarak

Lomba Ngarak Blarak sukses digelar dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke 58 tingkat Kabupaten Kulon Progo. Panitia menggandeng Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan lomba permainan olah raga tradisional yang penuh filosofi ini.

Untung Waluyo, Kepala Dinas Kebudayaan, saat ditemui di Kalibawang menjelaskan bahwa filosofi Ngarak Blarak sangat berkaitan dengan profesi para penderes. Ada nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

“Ini dilaksanakan agar olah raga tradisional Nglarak Blarak yang diambil dari filosofi orang sedang nderes atau mencari bahan untuk membuat gula Jawa, yang sangat kental di wilayah pegunungan Menoreh. Untuk itu di zaman kita, perlu menggali permainan olah raga tradisional Nglarak Blarak,” jelasnya.

Permainan tradisional Nglarak Blarak, pada tahun 2017 setahun yang lalu dilombakan di tingkat Asean. Dan, kontingan dari Indonesia yang diwakili Kabupaten Kulon Progo meraih peringkat satu. Dengan demikian, Dinas Kebudayaan bersama Karang Taruna bermaksud melestarikan olah raga tradisional Nglarak Blarak ini.

Kepala Dinas menambahkan,  mulai 14 hingga 30 September 2018 akan digelar lomba Nglarak Blarak  yang diikuti 87 Desa dan 1 Kelurahan. Lomba dibagi 12 kecamatan yang masing-masing akan diambil juaranya. Para juara itu, nantinya akan dipertandingkan di tingkat Kabupaten pada tanggal 27 Okteber 2018 di Alun Alun Wates.

Lomba Nglarak Blarak yang diadakan di lapangan Banjararum Kecamatan Kalibawang diikuti tiga Desa dan satu Karangtaruna. Sebagai peserta terbaik satu diraih oleh Kontingen Karang Taruna Desa Banjararum, yang berhak mewakili menuju lomba Nglarak Blarak tingkat Kabupaten.

Menurut Warudi, Kepala Desa Banjararum, kemenangan kontingennya, berkat semangat. Menang kalah sudah hal biasa, dan olah raga ini menurutnya tidak mencari menang-kalah, namun bagaimana cara melestarikan olah raga Nglarak Blarak, agar bisa berlangsung. (yad)

About redaksi

Check Also

Cungkup Makam Kiai Sorokusumo Mbanaran Rusak

Cungkup itu, terlihat tua. Bangunannya dengan jelas mengabarkan kerentaan: pendek, kusam karena lumut, genteng jadul, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *