Home / KANGBARNO / Mengenal Dalang Kebumen-4: Ki Santoso Joko Bledeg, Dalang Idola Kaum Milenial

Mengenal Dalang Kebumen-4: Ki Santoso Joko Bledeg, Dalang Idola Kaum Milenial

Dalang Kebumen yang satu ini sungguh luar biasa. Secara performa, selalu tampil dengan gaya yang khas. Tapi di balik itu, pemikiran-pemikiran dan ide-idenya cerdas dan penuh inovasi. Ini, yang membuat Ki Santoso Joko Bleledeg ‘laku’.

Nama lengkapnya, Ki Santoso Joko Bledeg, SAp, MPd. Ia bukan dalang sembarangan. Dalang ‘pilih tanding’ yang memiliki penggemar tersendiri.

Kemampuannya mendalang, telah diasah sejak kecil. Sebab ia adalah putra dari dalang kondang Kebumen, Ki Basuki Hendro Prayitno (Ambal). Jadi, tidak mengherankan bila bakat seni pedalangannya sangat kuat.

Bekal sebagai putra seorang dalang kondang, memang lebih dari cukup untuk ikut tenar. Tapi Ki Santoso Joko Bledeg berusaha membangun panggungnya sendiri, dengan menjalin hubungan yang luas. Termasuk di kalangan kaum Milenial. Ia malah, tampil menjadi idola anak muda, oleh karena mampu menyesuaikan diri dengan selera milenial.

BACA JUGA http://www.kabarno.com/mengenal-dalang-kebumen-1-ki-wido-seno-aji/

Tapi tunggu dulu. Meski memiliki banyak penggemar di kalangan milenial, Ki Santoso Joko Bledeg juga sangat dekat dengan tokoh-tokoh sepuh. Ia pun dikenal dekat dengan beberapa tokoh ulama di Indonesia hingga tak jarang diminta pentas di lingkungan pesantren.

Punya bakat, ditambah jam terbang yang diasah semenjak  remaja,  memang menempatkan Ki Santoso Joko Bledeg sebagai dalang yang mumpuni. Jam terbangnya tinggi,  tidak hanya di pulau Jawa namun juga di  Sumatera dan Kalimantan.

Julukan Joko Bledeg, tentulah bukan kata belaka. Sebab dalam setiap pementasan, selalu terlontar ide dan gagasan yang menggelegar. Penuh  kritikan tajam. Kritik yang tentu saja semua ditujukan untuk membangun.

BACA http://www.kabarno.com/mengenal-dalang-kebumen-2-ki-bondan-riyanto-dalang-suluk-reformasi/

Dikenal dengan sebutan dalang kontemporer, Ki Santoso termasuk paket komplet. Apalagi untuk urusan memadupadankan beberapa gagrak pedalangan dalam setiap pakelirannya.

Karakternya yang paling khas, misalnya saja, memainkan wayang dengan gagrak Jogjakarta di awal pementasan, namun saat adegan perang menggunakan gagrak Surakarta. Tapi jika sudah tiba waktu goro-oro gaya yang dimunculkan agalah pesisiran yang lebih gayeng.

Tidak salah jika Ki Santoso memiliki kemampuan memainkan goro-goro dengan gaya Tegal atau pesisiran. Sebab, ia memang mengidolakan Almarhum Ki Entus Susmono. Kelebihannya, Ki Santoso selalu menyimpan banyak kejutan yang akan membawa penonton betah hingga tancap kayon.

Selain mendalang, Ki Santoso Joko Bledeg memiliki banyak aktivitas lain. Misalnya saja, menjadi dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Kebumen.  Juga, sebagai Pengurus Pepadi Kebumen, Ketua DKD Kebumen, Pengurus Karang Taruna Kebumen, serta  di Lembaga Sosial Kemasyarakatan.

BACA http://www.kabarno.com/mengenal-dalang-kebumen-3-ki-widodo-dalang-kharismatik-kebumen/

Cita citanya sangat mulia. Dalang Santoso Joko Bledeg  ingin, seniman Pedalangan harus mendapatkan perhatian dan tempat yang proporsional di tengah masyarakat. Ia juga berharap, Pepadi sebagai organisasi pedalangan, mampu sebagai wadah yang tepat bagi anggotanya.

Pergaulan luas serta aktivitas yang lintas profesi, seperti memberi Ki Santoso pengalaman hidup yang tak biasa. Itu, yang membuat pemahamannya tentang hidup semakin komplet. Baginya, hidup harus selaras antara das sain dan das solen, berimbang dan sesusai antara teori dan praktek, hidup harus punya prinsip sehingga tidak mudah terombang ambing oleh keadaan.

Berdomisili di Desa Patukrejo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen,  rasanya pantas jika Ki Santoso Joko Bledeg ada di garda depan bagi kaum Milenial untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya Nusantara.

Kebumen 09 Mei 2020

Ki Setyo Brajabumi

Pemerhati Budaya Nusantara, Hp. 081310352619

About redaksi

Check Also

Warga Gunung Rawas Sentolo Gotong-royong Bantu Warga Isolasi Mandiri

Sentolo, Kabarno.com – Warga yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri tidak akan didiamkan begitu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *