Komisi A DPRD DIY Dorong Optimalkan Teknologi Cegah Lakalaut

oleh -1738 Dilihat

Yogyakarta, KABARNO .com ; Menyikapi maraknya kecelakaan laut yang kembali terjadi di sejumlah pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta, anggota DPRD DIY, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak adanya langkah konkret dari semua pihak untuk menekan angka kecelakaan yang berulang ini.

Berdasarkan laporan terbaru, dalam dua pekan terakhir telah terjadi empat kali kecelakaan laut di DIY. Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih terdapat celah dalam sistem pengamanan dan mitigasi risiko di kawasan wisata pantai.

Untuk itu Steve menghimbau kepada Dinas Pariwisata, BPBD, Dinas Kominfo dan instansi terkait lainnya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan kawasan pantai.

“Perlu ada peningkatan jumlah dan kualitas petugas SAR, serta pemetaan ulang terhadap zona-zona rawan di seluruh kawasan wisata bahari,” tegas Dr. Raden Stevanus dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (16/4/2025).

Dr Steve juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor dalam menyusun dan menyiapkan strategi menekan terjadinya lakalaut . Salah satunya mengoptimalkan pemanfaatan TIK.

“Termasuk dengan BPBD dan Dinas Kominfo, untuk mendukung sistem peringatan dini dan penyebaran informasi keselamatan yang lebih efektif,” katanya lagi.

Disisi lain, para wisatawan, juga diimbau agar selalu waspada dan mematuhi seluruh rambu dan arahan petugas di lapangan.

“Kita semua memahami bahwa pantai adalah tempat yang menyenangkan, tetapi tetap ada bahaya tersembunyi di dalamnya. Jangan abaikan tanda peringatan dan jangan ragu bertanya kepada petugas jika merasa ragu atau tidak memahami kondisi setempat,” ujar Dr. Raden Stevanus

 

Ia juga menekankan pentingnya informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh wisatawan, terutama melalui kanal digital.

 

“Informasi tentang kondisi ombak, zona aman dan berbahaya, serta keberadaan petugas penyelamat harus tersedia secara real-time. Kami mendorong adanya sistem informasi digital yang bisa diakses wisatawan sebelum mereka tiba dan saat berada di lokasi,” katanya.

 

Tidak hanya itu literasi digital dalam sektor pariwisata juga harus ditingkatkan

 

“Kita perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesadaran wisatawan. Baik melalui aplikasi pariwisata resmi, QR Code di titik-titik strategis, hingga pemanfaatan media sosial oleh pengelola destinasi. Literasi digital harus disertai dengan pemetaan digital terhadap kawasan rawan—seperti arus balik (rip current), tebing rapuh, hingga area tanpa pengawasan petugas,” tambahnya.

 

Terakhir, beliau juga mendorong keterlibatan komunitas lokal dan pengelola wisata untuk ikut berinovasi dalam menghadirkan wisata yang aman.

 

“Kita memiliki potensi besar di sektor wisata, namun keamanan harus menjadi prioritas. Libatkan komunitas sebagai penjaga lokal yang paham karakteristik kawasan, serta dorong inovasi dalam edukasi wisatawan, termasuk lewat simulasi keselamatan dan konten interaktif,” tutupnya.

 

“Dengan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan jumlah kecelakaan laut dapat ditekan dan wisata pantai di DIY dapat menjadi destinasi yang tidak hanya indah tetapi juga aman bagi semua pengunjung,” pungkas Dr Steve (wur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.