Home / KANGBARNO / Pakempalan Trah Kertonadi

Pakempalan Trah Kertonadi

Siang meniko, Ahad Kliwon, 9 Februari 2020, trah Kertonadi ngawontenaken pakempalan ageng. Pidalem wonten tabon Mbah Rudi ing tlatah Dusun Jombokan, Kalurahan Tawangsari, Kapenewon Pengasih, Kulon Progo.

Pertemuan yang dipimpin oleh Mbak Kemat Kasansuhadi itu, dihadiri hampir semua anggota trah Kertonadi. “Yang tidak bisa hadir hanya keluarga Mbah Kasan Toyib yang tinggal di Lampung. Selebihnya semua hadir. Dari Sogan, keluarga simbah diwakili oleh Siwo Latijo.  Dari Nagung, dan dari Jombokan sendiri dipimpin oleh Mbah Kemat dan Mbah Parti,” ungkap H Dwidjo Utomo, salah seorang penggagas pertemuan trah Kertonadi.

Dari Nangung, tambahnya, dihadiri lengkap oleh putra-putri dan wayah Mbah Mangun Darmo. Selain Mbah Mangun yang merupakan putra ragil, Trah Kertonadi terdiri dari, Mbah Kasan Toyib, Mbah Atemo Sogan, Mbah Wanem.

“Tujuan pertemuan ini, memang ingin mengumpulkan anggota trah yang selama ini belum banyak berinteraksi. Mudah-mudahan, bisa saling mengenal. Apalagi trah Kertonadi itu masih belum terlalu banyak. Baru sampai canggah sehingga bisa dilacak anggotanya,” kata Mbah Kemat.

Eyan Kertonadi, tambahnya, termasuk tokoh dari masa lalu yang dihormati masyrakat Nangung dan Kedundang. “Kalau menurut cerita simbah-simbah, garwo Mbah Kertonadi itu, masih bisa dibilang  keterunan kraton. Tapi kita tidak memiliki data pasti, karena memang hanya diceritakan secara lisan,” ungkap mbah Kemat.

Menurut Lek Siyamsih Hadiyati, putri sulung Mbah Mangun, banyak yang ditinggalkan Mbah Kertonandi, tapi sudah hilang. “Dulu, simbok pernah diajak sowan Pangeran Hadinegoro, karena bapak kerja di kereta yang dikelola oleh Kanjeng Pangeran Hadinegoro,” tuturnya.

Mbok Mangun, tambah Lek Yamsih, pernah diberi hadiah sinjang warna putih, yang bagus sekali. “Waktu itu, kanjeng pangeran mengatakan, wah ya panten nek Kang Mangun ora gelem karo wong kene, la bu Mangun ayune koyo ngono,” tambahnya.(kib)

About redaksi

Check Also

Mengenal Dalang Kebumen-19: Ki Eko Suwaryo Sang Maestro

Namanya sangat masyhur di kalangan pecinta wayang kulit di wilayah Kedu dan Banyumas. Secara perlahan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *