Home / PMD / Berkat KPDJ, Jaket & Pin Lemhanas Milik Pak Pardio Ketemu

Berkat KPDJ, Jaket & Pin Lemhanas Milik Pak Pardio Ketemu

Kebahagiaan menjadi milik Pak Supardio. Tokoh Paguyuban Ikabarata Sentolo ini, telah menemukan kembali jaket warna hitam dengan pin Lemhanas. Padahal, sejak ketlingsut usai acara Gayeng Regeng Mlaku Bareng (GRMB) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, 13 Oktober 2019 lalu, ia sudah pasrah.

“Jaket saya ternyata sudah diamankan oleh adik-adik KPDJ. Alhamdulillah, sudah saya ambil. Terima kasih buat KPDJ yang kompak,” kata Pak Pardio tentang jaket hitam berpin Lemhanas yang menjadi kebanggaanya.

KPDJ adalah komunitas anak-anak Kulon Progo di Jakarta. Inilah tim yang ikut menjadi tulang punggung kesuksesan GRMB, event Jalan Sehat Bersama Pak  Hasto dalam rangkaian memperingati HUT Kulon Progo ke-68.

Bagi Pak Pardio, jaketnya memang bisa saja beli lagi. Tapi Pin Lemhanas, susah carinya. Sebab, ia mendapatkannya setelah lulus dari pendidikan di Lemhanas enam tahun silam.

“Itu pin bersejarah. Karena pin asli dari Lemhanas. Saya menerimanya lewat perjuangan yang tidak mudah saat mengikuti pendidikan di Lemhanas tahun 2013 lalu. Untuk mendapatkannya susah, apalagi ada nilai sejarahnya,” kata Pak Pardio yang asli Bantarjo, Sentolo.

Minggu pagi itu, Pak Pardio memang masih sangat sibuk melayani peserta Jalan Sehat Bersama Pak Hasto yang ingin mengambil kaos. Belum tidur semalaman, membuat lupa menyimpan jaket dan pin bersejarah itu.

“Sejak malam hari saya taruh saja jaket itu di tempat panitia membuka laptop dan kebutuhan lainnya. Posisi panitia sejak semalam adalah di dekat kaca tidak jauh darai pintu utama Kuncungan. Begitu pagi saya sama sekali tidak ingat lagi, karena tempat itu kemudian dipakai untuk bazaar,” tambahnya.

Pak Pardio baru menyadari jaket dengan pin bersejarah dari Lemhanas itu hilang, setelah sampai di rumah. “Saya sudah hubungi semua teman panitia barangkali ada yang menyimpan. Saya juga melapor ke PAM TMII, tapi belum ada kabar,” ungkap Pak Pardio yang sesepuh Paguyuban Ikabarata Sentolo.

Selain jaket hitam merk Boss, yang ikut tertinggal dan hilang adalah sarung tripot kamera. “Saya menyadari sudah ceroboh, tapi karena dikejar waktu sejak malam hari, sampai lupa. Makin siang, makin banyak massa, saya makin kesirep. Baru sadar setelah sampai rumah,” katanya.

Kesibukan Pak Supardio yang harus melayani peserta jalan sehat, memang menyita seluruh energi. Tapi saat ini, jaketnya sudah bisa dipakai kembali. “Yang paling penting itu pin Lemhanas, karena ada nilai sejarahnya. Sekali lagi terima kasih untuk tim KPDJ,” kata Pak Pardio.(djo)

About yadi haryadi

Check Also

Warga Purwosari Girimulyo digegerkan adanya seorang warga jatuh dari pohon melinjo dan meninggal

Girimulyo, Kabarno.com – Rabu, 21 Juli 2021 sekitar pukul 16.00 wib warga Pedukuhan Patihombo, Kalurahan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *