Home / KANGBARNO / Bakor PKP Ramah-tamah dengan Pak Bupati

Bakor PKP Ramah-tamah dengan Pak Bupati

Akhir bulan pertama 2020 yang lalu, para pengurus Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP), melakukan ramah-tamah dengan Bupati Kulon Progo. Ini untuk pertama kalinya setelah Kulon Progo dipimpin oleh Drs H Sutedjo Wiharso, menggantikan dr Hasto Wardoyo yang ditarik ke Jakarta menduduki posisi Ketua BKKBN.

Rombongan Bakor PKP dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Haji Agus Riyanto. Turut mendampingi Pak Ketum antara lain  Haji Sukardi (Ketua I), Haji Amir Haryono  (Ketua II), Agus Triantara (Sekretaris Umum), M. Fadli Rais (Bendahara Umum), dan Sutomo (Bidang Organisasi).

Bupati yang baru saja menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo di Kulon Progo, didampingi oleh para kepala dinas. Ada Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pemberdayaan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Pengawas Dikmen Kulon Progo.

Agenda utama pertemuan pengurus Bakor PKP dengan Bupati Kulon Progo adalah melaporkan kegiatan Gayeng Regeng Mlaku Bareng bersama Pak Hasto. Event yang mengumpulkan 4.000 warga perantau dari Kulon Progo itu, sukses digelar di Plaza Tugu Api Pancasila pada 13 Oktober 2019.

Pada kesempatan audiensi itu, banyak yang disampaikan Pak Tedjo, termasuk membangun tradisi minum rempah merah yang merupakan program kerja pengurus Bakor PKP. Bupati mencontohkan tradisi minum teh yang pernah ada di era para leluhur. Minum teh, sudah menajdi budaya, lengkap dengan etika dan estetikanya.

“Dulu bapak saya kalau minum teh di pagi hari, ya cuma satu sloki kecil yang ukurannya seperempat dari gelas sekarang. Kalau sekarang ya pokoknya minum sepuasnya, apalagi kalau dengan es batu,”  kisahnya membandingkan kehidupan masa lalu yang masih memiliki nilai-nilai etika dan estetika.

Selanjutnya, bupati  berharap ada kerjasama antara Bakor PKP dengan Pemkab Kulon Progo. Pada kesempatan itu, Pak Tedjo juga langsung meminta Kepala Dinas Kebudayaan merancang konsep seni tradisinya bersama Bakor PKP.

“Agar lebih bermakna sebagai sarana pembentukan karakter masyarakat. Perlu ada kajiannya secara detail dan mendalam. Setiap tahapan prosesnya, setiap geraknya harus mengandung simbol-simbol dan pesan moral. Dan jangan lupa, sekalian mengabadikan konsep itu dalam buku. Dan Kadis Pertanian saya perintahkan untuk merancang langkah strategisnya dari aspek produktivitas pemberdayaan masyarakatnya, untuk menjamin ketersediaan bahan baku,” kata Kupati Kulon Progo kepada Kadis Kebudayaan dan Pertanian.

Pertemuan yang diselenggarakan di Ruang Menoreh ini dipimpin oleh Drs. Rudiyatno, MM, Kepala Dinass Kominfo. Acara yang sudah direncanakan sebulan lalu, hampir ditunda lagi karena Bupati harus mendampingi Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kulon Progo. Sambil menunggu kehadiran Bupati yang masih mendampingi Presiden dan Ngersa Dalem, acara dimulai tepat pada pukul 16.00 WIB. Bupati hadir pada pukul 17.05 WIB.

Sementara itu, Ketua Umum Bakor PKP Agus Riyanto melaporkan rangkaian kegiatan yang sudah diselenggarakan pengurus Bakor. Salah satunya acara Gayeng Regeng Mlaku Bareng pada 13 Oktober 2019.

“Dalam rangkaian mewujudkan pilar pertama Sesaba Kulon Progo, yakni Ngumpjulke Kanca lan Tangga, pada tanggal 13 Oktober 2019, kami telah menyelenggarakan Gayeng Regeng Mlaku  Bareng. Hasilnya luar biasa. Jumlah peserta mencapai 4.000 an orang yang tergabung dalam 132 paguyuban,” jelas Pak Agus Riyanto.(agt)

About redaksi

Check Also

Campursari & Wayang Virtual: Tetap Gayeng Nonton dari Rumah

Pandemi belum berakhir, tapi berkesenian tidak boleh berhenti. Dan, Sahabat Ngopi bersama komunitas Kulon Progo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *