Peringati Hari Batik, KAI Daop 4 Gelar Fashion Show Batik di Stasiun Semarang Tawang

oleh -805 Dilihat

Semarang,KABARJATENG.Com– Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang pada Rabu (2/10/2025).

Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari fashion show busana batik, bazaar UMKM, live music gamelan, hingga workshop membatik menggunakan canting yang diikuti langsung oleh pelanggan KA.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa ragam kegiatan batik ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam melestarikan warisan budaya bangsa, yakni batik.

“Kami ingin para penumpang dapat lebih mengenal dan mengapresiasi kekayaan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia” ungkap Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo dalam keterangan tertulis, Kamis (2/10)2025(.

Melalui acara ini, KAI mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses membatik menggunakan canting dan sekaligus mengenal sejarah batik lebih dalam melalui berbagai kegiatan.

Hanya pagelaran fashion show menjadi salah satu daya tarik utama. Deretan koleksi busana karya Wastra Batik tampil memukau dengan model yang berlenggak-lenggok anggun di tengah hall stasiun.

” Koleksi tersebut menggambarkan filosofi batik sebagai simbol perjalanan rasa, selaras dengan tema Hari Batik Nasional 2025 “Merawit Rasa”, yakni merangkai cita, rasa, dan makna dalam setiap helai kain batik. ”

Workshop Membatik dan Live Music Gamelan 

Meski demikian, tak kalah menarik juga dihadirkan workshop membatik. Kegiatan ini bekerja sama dengan Wastra Batik mengajak pelanggan KA untuk melihat dan mencoba langsung proses pembuatan batik tradisional.

” Motif-motif khas seperti Batik Semarangan, Pekalongan, Asem, Lurik, Madura, hingga tenun dipraktikkan menggunakan canting, memberikan pengalaman autentik dan edukatif bagi pengunjung,” tuturnya.

Ragam acara batik di Stasiun Semarang Tawang, semakin meriah dengan adanya pertunjukan live music gamelan yang mengalun syahdu, menambah nuansa tradisi khas Jawa yang berpadu harmonis dengan aktivitas di stasiun.

Tidak ketinggalan juga alunan gamelan tidak hanya menjadi pengiring fashion show, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan, seolah membawa mereka menyelami akar budaya Nusantara di tengah perjalanan modern dengan kereta api.

” Tidak hanya fashion show saja, bazaar UMKM lokal Semarang juga turut memeriahkan acara. Empat UMKM asal Kota Semarang, yakni Ida Modiste, Anindya Batik, Katun Ungu, dan RDSHOP menyuguhkan berbagai produk khas mulai dari makanan ringan hingga ragam kain batik dengan motif unik, seperti batik Semarangan dan batik kontemporer.”

Franoto mengatakan, bahwa ragam kegiatan bertema batik di stasiun juga menunjukkan bahwa stasiun dapat menjadi ruang publik yang inklusif, bukan hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, edukasi, dan budaya.

Selain itu, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi KAI kepada para pelanggan setia, dengan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya.

“Melalui acara ini, KAI berupaya untuk terus mendekatkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat dan penumpang, serta memperkuat identitas bangsa melalui pengenalan dan pelestarian batik sebagai warisan leluhur,” tutupnya.(sup*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.