Kulonprogo, KABARNO.com : Kalimenur Gumregah Fest 2025 yang digelar oleh warga Padukuhan Kalimenur Sukoreno Sentolo Kulonprogo, Sabtu (23/8/2025 <span;> berlangsung semarak.
Dukuh Kalimenur, Eko Yulianto mengatakan Kalimenur Gumregah Fest 2025 terselenggara atas inisiatif Karang Taruna Sedulur (Semangat Muda-mudi Kalimenur) sebagai bagian kegiatan memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Gumregah Fest ini kegiatan rutin kami setiap 2 tahun sekali, tapi tahun ini menjadi istimewa, karena sekaligus peringatan 10 tahun atau 1 dekade Karang Taruna Sedulur Kalimenur ini,” terang Eko di sela-sela kegiatan Kalimenur Gumregah Fest 2025.
Dijelaskan Eko, karang taruna Kali Menur sempat beberapa kali berganti nama hingga kemudian sejak 2015 lalu menggunakan nama Sedulur.
Bertepatan dengan satu dekade Sedulur, Kalimenur Gumregah Fest pun digelar lebih meriah dengan beragam pertunjukan kesenian lokal di panggung utama yang ada di tengah lapangan padukuhan termasuk pentas jathilan sanggar seni Kiyomi. Event ini juga dilengkapi pameran potensi padukuhan Kalimenur dan desa Sukoreno.
“Kami juga melibatkan puluhan UMKM dalam kegiatan ini, baik yang terdaftar maupun yang datang saat acara. Sehingga harapannya ada juga pergerakan ekonomi yang dirasakan warga para pelaku UMKM,” ungkapnya.
Eko juga berharap Karang Taruna Sedulur terus berperan dalam membangun Kalimenur.
“Khususnya dalam melibatkan UMKM lokal demi memajukan ekonomi warga Kalimenur,” katanya.
Ketua Karang Taruna Sedulur, Stefanus Kristi Bintang mengatakan lewat Gumregah Fest ini pihaknya ingin mengangkat potensi unggulan Kalimenur. Seperti hasil kerajinan warga hingga kesenian budaya lokal.
Event ini juga menjadi salahsatu cara untuk menarik minat anak muda Kalimenur bergabung dalam kegiatan kepemudaan yang positif, berperan aktif secara nyata mendukung kemajuan wilayah Kalimenur.
“Apalagi dengan semakin banyaknya tantangan ke depan, sehingga harus lebih aktif dan responsif dalam menghadapi perubahan,” kata Bintang.
Bintang menyebut di era globalisasi yang berkembang sangat pesat, desa sebagai akar budaya bangsa memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan identitas lokal. Beragam bentuk seni pertunjukan dan pelaku usaha UMKM yang hidup di tengah masyarakat desa merupakan kekayaan yang tidak ternilai, namun kerap terpinggirkan oleh arus modernisasi. Peran pemuda sebagai generasi penerus memiliki semangat dan tanggung jawab untuk mengangkat potensi lokal agar lebih dikenal dan dihargai, baik oleh masyarakat setempat maupun khalayak luar.
“Salah satu potensi yang kami lihat sangat strategis adalah penguatan sektor budaya dan para pelaku UMKM. Melalui Kalimenur Gumregah Fest 2025 ini kami ingin berperan nyata melestarikan kebudayaan lokal yang menjadi identitas kita, sekaligus mempererat persatuan di masyarakat. Event ini juga kami harapkan tidak hanya sebagai tontonan hiburan, tetapi bisa memberikan dampak pada perekonomian masyarakat dengan adanya ruang bagi pelaku UMKM di lingkungan sekitar untuk menunjukkan produk dan kreativitas yang mereka miliki,” urai Bintang. (Wur)








