Semarang,KABARNO.Com– Bank Sampah Lestari RW 06 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Kota Semarang, mendapat bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL ) dari PT Telkom, berupa dua alat mesin pengepres dan pencacah plastik.
General Manager PT Telkom Wilayah Jateng utara Pribadi Nirwana mengungkapkan, bantuan alat ini untuk mendukung dan menyemangati pengelola Bank Sampah Lestari di Jomblang ini.
” PT Telkom pastikan hubungan masyarakat dan ekosistem berjalan baik dan semoga mandat untuk berbisnis ini bisa untuk keberlangsungan usaha,” ucapnya dalam acara penyerahan di lokasi Bank Sampah Lestari di RW 06 Jomblang, Kamis (22/1/2026).
Meski begitu, program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial Lingkungan diharapkan bisa memikat keberadaan masyarakat didalam pertumbuhan ekonomi. Dengan sumbangan alat pemilahan sampah dan pencacah ini bisa menambah semangat para pengelolanya.
” Saya berterima kasih kerjasama dengan Bank Muamalah yang salurkan CSR. Semoga bantuan yang hampir Satu Miliar Rupiah diperuntukan untuk bantuan sekolah, tempat ibadah dan penanaman mangrove untuk kelestarian bumi, tahun berikutnya bisa lebih meningkat,” tuturnya.
Selain itu, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dalam acara skala lokal, nasional dan hasilkan inovasi, sehingga bisa menjadi contoh untuk kelurahan lainnya.
” Meski sampah menjadi permasalahan banyak orang semoga bisa diselesaikan menjadi sirkular ekonomi dalam skala lebih luas lagi. Kerjasama ini bisa terus berlangsung serta komunikasi bisa berjalan lancar dalam jalankan tugas negara,” ujarnya.
Manyusun Proyek Perubahan Basis Kemiskinan
Sementara itu, Plt Sekda kota Semarang Budi Prakoso mengatakan, saat ini lagi menyusun proyek perubahan yang berbasis kemiskinan, salah satunya di kelurahan Jomblang. Terkait penanganan sampah mengingatkan pada yayasan bintari tahun 2010 yang konsen masalah kebersihan lingkungan
” Penanganan sampah limbah tahu yang sekarang masih bertahan dan lahirlah bank sampah ini, sehingga ada semangat dan komitmen dalam penanganan sampah ini,” ungkapnya.
Disebutkan, meski permasalahan sampah yang kritis dan urgen hampir semua wilayah terjadi. Alhamdulillah Kota Semarang tidak sama dengan kota lain seperti di Yogya.
” Meskipun ada sampah yang tercecer di jalan, sebenarnya relatif kecil dibanding kota lain. Sekarang Kota Semarang relatif bersih walau upaya ini menjadi komitmen bersama termasuk di Jomblang ini.”
Ia mengakui, ada sesuatu yang dikelola dan dimanfaatkan sehingga mempunyai nilai ekonomi. Seperti orang Madura terutama bisa ekonomi sirkular. Untuk 2026 ini prioritas walikota dan wakil walikota konsentrasi dalam ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
” Jadi program kedepan mengamankan dengan mengukur indikator pencapaian dan bertambahnya bank sampah di kota Semarang,” urainya.
Terkait omset ekonomi tahun kemarin dan sekarang, Budi Prakoso mengatakan, tahun ini penambahan bank sampah ada berapa dan penghasilannya berapa. Hanya ada plastik dikumpulkan dan sampah organik menjadi komposing, untuk mendukung program lingkungan hidup dan penghijauan di Ingkungan.
Sampah Jangan Diobong tapi Diolah
” Jadi sampah ini tidak semua harus diobong, tapi semua bisa diolah sehingga bisa ada nilainya. Seperti di Jomblang dapat CSR bantuan dari Telkom dengan tema lingkungan hidup. Saya ucapkan terima kasih warga Jomblang dan bangga, sehingga bisa menjadi lebih baik dan bersih.”
Kendati demikian, Alhamdulillah Pemkot Semarang bisa hadapi permasalahan sampah yang menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadi satu lingkungan yang bersih. Bagaimana menciptakan ruang hijau dan terealisasi sehingga menjadi kebanggaan bagi kita semua.
Seperti mengembalikan alun alun Johar Semarang, sekarang ini menjadi ruang terbuka hijau. Namun jika melihat lingkungan Jomblang yang sebelumnya dibanding sekarang ini menjadi lebih bersih.
” Semoga dengan dana operasional RT dari Walikota bisa menambah semangat bapak bapak membersihkan Ingkungan,” pintanya
Pemkot Semarang ini, lanjut Budi, ada program Walikota yang dikembangkan yaitu 6 pilar diantaranya, bersih, sehat, cerdas, makmur dan tangguh. Hanya untuk antisipasi longsor di Jomblang harus diprioritaskan.
” Tanpa dukungan supot dari wilayah tidak bisa dikerjakan bersama sama.,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Lestari Jomblang Novi Yuliasari mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PT Telkom yang memberikan bantuan alat tersebut. bantuan alat pres dan cacah ini semoga bisa bermanfaat dan mendorong semangat para ibu ibu pengelola sampah ini
” Dengan bantuan alat olah pisah sampah ini bisa memberikan dampak ekonomi serta menciptakan lingkungan yang bersih di Kelurahan Jomblang,” ujarnya.(*)








