Tentara Pelajar Kulon Progo di tengah Serangan Umum 1 Maret

oleh -148 Dilihat
oleh

Berdiri di sebuah monumen, bayangan peristiwa maut dijemput anak-anak muda Kulon Progo yang tergabung dalam Tentara Pelajar. Benar. Tugu itu adalah menumen Tentara Pelajar yang ikut terlibat serangkaian peristiwa sejarah sebelum memuncak pada Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

Monumen Tentara Pelajar Wates kini, berdiri di antara Jl  Adyaksa, Jl  Bhayangkara dan Jl  Tamtama. Posisinya, ada timur laut dari Alun Alun wates, setelah dipindahkan dari selatan Alun Alun di  Jl  Perwakilan. Selain dijadikan dalam bentuk menumen, Tentara Pelajar juga dijadikan nama ruas jalan dari perlintasan kereta api di sebelah barat Stasiun Wates hingga depan RSUD Wates.

Begitulah. Awal bulan Maret 69 tahun lalu, Kulon Progo dalam suasana tegang, menyusul agresi militer Belanda kedua.  Begitu banyak basukan gerilya, termasuk anak-anak muda yang tergabung dalam Tentara Pelajar, masuk Kulon Progo.

Secara umum, bulan-bulan genting sebelum Serangan Oemoem 1 Maret 1949, suasana Jogjakarta sangat tegang. Kedatangan Pasukan Belanda, membuat perang terbuka, sewaktu-waktu pecah.

Dan, benar. Belanda akhirnya beraksi. Pasukan Tentara Pelajar di bawah Staf Kwartier Brigade XVII mundur jauh dari kota. Hari itu, 28 Desember 1948, sehari setelah bala Belanda masuk Jogja, anak-anak muda yang tergabung dalam TP masuk pegunungan Menoreh di Kulon Progo.

Memasuki tahun 1949, suasana semakin memanas. Sepanjang Januari-Februari, banyak peristiwa penghadangan. Tentara Pelajar Kulon Progo bersama TP yang menyingkir dari Jogja, bertugas menghambat gerakan Belanda menyeberangi Kali Progo.

Pada 23 Februari, dirancang menggempur Belanda yang menjaga Jembatan Bantar Kali Progo. Apalagi sebelumnya, pasukan Belanda sudah mencapai Wates, meski dapat dihalau oleh Tentara Pelajar dan pasukan pejuang yang bergerilya.

Memang, sudah sejak perang gerilya dilancarkan Jenderal Sudirman, Kulon Progo memiliki peran penting dalam sejarah Republik Indonesia. Desa-desa di Kulon Progo adalah kantung pertahanan Republik dari agresi Belanda.

Sebut saja Dusun Banaran. Di dusun yang masuk wilayah Kecamatan Kalibawang ini, terdapat rumah yang menjadi markas Wakil Kepala Staf Angkatan Perang RI, Kolonel TB Simatupang.  Masih di Kalibawang, ada Padukuhan Borogunung yang menjadi tempat tinggal Kolonel AH Nasution.(stmj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.