ACI-33: Jangan Siksa Rini dengan Rasa Bersalah Seperti Ini

oleh -73 Dilihat
oleh

Senyap merayap, menghambat dengan pekat detak detik yang sulit. Kata-kata memang sulit terucap, di saat-saat seperti itu. Indrajit masih tidak tahu harus berbuat apa. Hatinya hampa. Sedang perasaannya, tawar. Ia belum percaya benar dengan kenyataan yang serba mustahil, tapi kok ya nyata.

Hestirini datang ke sekolahnya adalah peristiwa luar biasa. Beruntung ada Dik Ning yang baik hati. Mereka, Hestirini dan Dik Ning adalah sahabat karib sejak SMP. Keduanya sama-sama cerdas, hanya bedanya, Dik Ning sedang tidak beruntung, sehingga terdampar di sekolah yang ala kadarnya. Berbeda dengan Hestirini yang tak pernah kehilangan kebanggaan sejak dari Sogan, empat tahun silam.

Mungkinkah karena kebanggaan itu yang juga ia bawa ke sini? Indrajit bahkan tak mampu mencari jabatan, karena takut benar dan hatinya makin terbakar.

“Jangan kamu siksa Rini dengan rasa bersalah seperti ini. Rini tahu, Rini salah. Tapi kemarin terpaksa tidak bisa datang, karena ada urusan mendadak,” suara itu adalah suara paling merintih yang pernah didengar Indrajit. Ia mulai lega bahwa bukan karena sengaja, Hestirini tidak datang kemarin.

“Ngomong to, ojo meneng terus. Jadi pengin nangis nih.” Kalimat itu, benar-benar meninggalkan jejak kesedihan yang dalam. Hestirini mulai menunduk, menyembunyikan matanya yang mbrambang, lalu perlahan muncul prentul-prentul luh meleleh.

Tangisan yang tertahan, membuat dada Hestirini seperti tergores duri. “Kamu boleh menghukum Rini dengan cara apapun, Jit. Tapi jangan dengan diam seperti ini. Ngomongo, biar Rini jelas harus bagiamana.”

Dengan gamang, Indrajit mengangkat kepalanya. Wajah diraup dengan kedua jemari, lalu ngunjal ambegan. Berat sekali yang menekan dadanya. “Ayo muleh. Aku ora nesu, mung sedang ngrumangsani, tidak seharusnya semua ini terjadi.”

Indrajit beranjak. Ia menanti Hestirini yang justru diam. Rini baru ikut beranjak setelah tangannya ditarik pelan. Lalu, berjalan beriringan tanpa berkata-kata.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.