Rabu pagi, 8 November 2023, H Marija ST, MM, MT dikelilingi ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku UMKM di wilayah Panjatan. Hari itu, Pak Marija, ikut dalam kegiatan senam pagi bersama.
Tidak kurang dari 100 orang terlibat dalam senam bersama yang merupakan agenda rutin ibu-ibu KWT. Dan, dalam senam di Rabu pagi itu, tidak hanya para ibu yang ikut berolahraga, sebab banyak remaja putri yang juga sangat antusias.

Bagi Haji Marija, senam adalah olahraga yang biasa dilakukan, tidak hanya bersama tapi juga jika sedang senggang. “Olahraga itu penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tidak perlu olahraga yang berat-berat, cukup senang bersama, bisa sambil silaturahmi,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.
Pria asli Cerme, Panjatan, Kulon Progo itu memang terus bergerak, menemui semua lapisan masyarakat. Selain bersilaturahmi, juga menyerap aspirasi untuk ikut memikirkan solusi-solusi bagi kemajuan Kulon Progo.
Sebagai orang yang memiliki pengalaman panjang sebagai di institusi Pekerjaan Umum (PU), Pak Marija menyimpan banyak gagasan untuk Kulon Progo. Tapi selain menjadi orang PU, Haji Marjia yang kini tinggal di Kalurahan Cerme, Kapanewon Panjatan, memiliki banyak pengalaman di sejumlah bidang.
Sejak resmi menjadi ASN di Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta, karirnya direntang panjang di sejumlah daerah. Dari ibukota, Marija hijrah ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Alumni SDN Panjatan ini, menangani proyek irigasi di Kanwil DPU NTB. Beberapa tahun kemudian, pindah lagi ke Kabupaten Sragen.
Di Sragen, karir lulusan SMPN Panjatan ini, semakin kuat. Sealin pernah menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan di Pemkab Sragen, Marija pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen.
Setelah jadi Kepala Dinas PU, almuni STM Negeri Wates ini, dipercaya menajdi Kepada Dinas Lingkungan Hidup sebelum akhirnya kembali menempati posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sragen, hingga purna tugas.
Merantau sejak belia, Marija terus belajar dan menempa diri, menjadi sosok yang pinunjul. Karir pendidikannya juga panjang. Setelah lulus STM Negeri, kuliahnya dirampungkan di Kota Mataram. Ia mengambil S1 Teknik Sipil.

Dua gelar master dirampungkan di dua dispilin ilmu berbeda. S2 bidang ekonomi managemen diselesaikan di sebuah universtas di Surabaya. Sedang S2 Teknik Sipil, dirampungkan di Surakarta.
Mempunyai karir panjang di banyak tempat, pak Marija dan sang istri, Hj. Listyati katriningsih ,SH yang juga seorang ASN sukses membesarkan tiga buah hati dengan baik. Kini, tiga anak-anak Pak Marija juga berhasil membangun karir di bidang masing-masing.
Si sulung Rialiska Teja murti ,ST, dan si bungsu M Danudoro, ST, berkarir di BUMN. Sementara anak kedua, dr, Balqis Kartika Murti adalah dokter Sepesialis THT KL di RSU di Solo.
Lahir dari orang desa, Haji Marija mengisahkan sejarah hidup leluhurnya, yang kebanyakan menjadi petani atau pedagang. Tapi kakeknya yang asli Gothakan, bisa jadi bukan orang-orang sembarangan, melainkan tokoh-tokoh dari masa silam. Dari nama-nama eyangnya, Eyang Dipowikromo atau Eyang Buyutnya, Dipojoyo, publik barangkali bisa melacak jejak sejarahnya di masa lampau. (ir)










