Home / KANGBARNO / NKS Menulis Solo-Klaten-3: Misi Menjadikan Klabers

NKS Menulis Solo-Klaten-3: Misi Menjadikan Klabers

Rumaket. Paseduluran saya dengan Sedulur NKS yang baru bertemu di Minggu malam tertanggal 1 Maret 2020, kami usahakan rumaket. Banyak yang merekatkan kami. Tapi yang paling menonjol, tentu saja, karena Mas Catur Prasetyo Nugroho dan saya direkatkan oleh latar yang sama: wong ndeso.

Karena ia mahasiswa Ilmu Aktuaria UGM, jadi  memiliki latar yang rada simetris dengan latar yang saya miliki. Paling tidak ilmu yang dipelajari.

Setelah Mas Catur menjauh, saya juga bergegas. Saatnya merajut mimpi, menghargai Mas Rhion yang sudah memesan kamar penginapan. Esok sudah menanti dengan berbagai aksi.

Dan benar. Ketika Senin, 2 Maret 2020 masih terlalu pagi, saat adzan Subuh memanggil, saya mengawali hari dengan berserah diri. Tangan menengadah duduk di atas sajadah. Puji dan syukur seraya mengucap alhamdulillah atas nikmat yang berlimpah-ruah. Tetap saja ada kurang bersyukur karena ada yang terasa kurang: tak bisa olahraga pagi.

Saya dijadwalkan pukul 06.30 wib berangkat menuju Kantor Cabang Kalten. Estimasi waktu perjalanan sesuai aplikasi sekitar 45 menit dari tempat saya menginap. Estimasi yang akurat. Pukul 07.15 wib saya tiba di lokasi.

BACA CERITA SEBELUMNYA http://www.kabarno.com/nks-menulis-solo-klaten-1-kisahmoe-de-tjolomadoe/

Pak Willy dengan senyum sumringahnya menyambut ramah. Beliau bersama Mas Chandra persis di depan pintu masuk kantor cabang. Sapaan khas Jawa Tengah dan DIY diucapkan bersamaan oleh mereka, “Sugeng rawuh Pak Direnstra”. Tentu saya tak mau kalah menjawab ucapan selamat datang itu dengan mengucap, “Matur nuwun, Pak Depdirwil dan Mas Chandra”.

Sejatinya saya ingin meneruskan obrolan ringan dengan terus berbahasa Jawa halus seperti halnya jika bertemu orang Jawa. Namun hal ini saya urungkan. Walau Pak Willy memiliki nama dengan awalan “Su” seperti nama saya (nama aslinya NKS juga: Nami Kulo Suwilwan Rahmat) dan beliau cukup lama di Jawa Tengah. Namun saya yakin beliau lebih fasih berbahasa Minang. Sementara Mas Chandra adalah “wong Klaten” baru. Baru dua tahun bertugas di Kantor Cabang Klaten.

Seperti biasanya, setiap memasuki kantor cabang saya mesti melewati ruang pelayanan yang menawan. Sudah menjadi ciri dan standard pada pelayanan prima BPJAMSOSTEK. Biasanya saya datang saat pelanggan banyak menanti dilayani.

Tapi kali ini saya hanya terbengong memandang bangku berderet kosong. Saya lupa kalau saya tiba pada saat jam operasional belum dibuka. Masih terlalu pagi. Bahkan untuk morning briefing saja masih 30 menit lagi. Untuk itu saya diajak tour melihat kantor cabang dari ruang ke ruang.

Setelah dibukakan pintu oleh sekuriti dengan senyum terbaiknya, saya dan Pak Willy diajak oleh Mas Chandra  ke BPJAMSOSTEK Corner di dalam ruang pelayanan. Nyaman. Di sinilah, para peserta yang datang dapat membaca buku-buku dari mulai komik, majalah dan lain lain secara cuma-cuma.

Buku bacaan ini diperuntukkan bagi peserta yang menunggu klaim jaminan. Syaratnya, buku-buku itu, tidak boleh di bawa pulang.

Lantas saya diarahkan ke back office atau ruang bekerjanya karyawan yang berada di belakang ruang pelayanan. Ketika pintu back office nya di buka, tak disangka sudah banyak karyawan yang berkumpul. Lagi-lagi dengan santunnya mereka mengucapkan “Sugeng Rawuh wonten ing Kantor Cabang Klaten Bapak Direnstra, Bapak Willy dan Bapak Teguh”.

Dan ada yang berbeda dengan di kantor cabang lainnya, kedatangan saya kali ini disambut dengan alunan gending Jawa. Tidak hanya itu, rekan-rekan Cabang Klaten juga memberi welcome drink dan handtowel yang mengingatkan saya seperti berada di suatu hotel dengan pelayanan seperti ini.

BACA JUGA http://www.kabarno.com/nks-menulis-solo-klaten-2-mak-tratap-melihat-pemuda-berjaket-ugm/

Mas Chandra mengatakan bahwa pelayanan tamu-tamu internal yang berkunjung ke Klaten memang standardnya seperti ini. Tuwasno saya sudah dibuat tersanjung dengan penyambutan seperti ini. Walau memang saya tak menginginkan sambutan berlebihan yang justru membuat saya akan tak nyaman.

Welcome drink yang disajikan secangkir minuman jahe hangat. Sangat pas di tengah udara yang sejuk yang tentu membuat saya menjadi lebih berenergi.

Sambil meminum welcome drink jahe hangat saya melihat sebuah dinding dengan foto karyawan. Sepertinya ini boleh disebut dinding prestasi karena memuat foto karyawan Kantor Cabang Klaten yang memiliki prestasi dan penghargaan yang diterima. Menarik. Saya yakin ini bentuk apresiasi karyawan berprestasi sekaligus memacu motivasi kerja karyawan lainnya untuk lebih optimal dalam pencapaian kinerjanya.

Tidak jauh dari dinding prestasi terdapat dinding barokah. Saya pun penasaran cerita dari dinding itu seperti apa. Di dinding tersebut terdapat tampilan jadual pembacaan khotmil al quran yang dibagi ke seluruh karyawan dengan bagian juz yang berbeda. Bagi non-muslim pun diagendakan pembacaan kitabnya sesuai agamanya. Khusus bagi yang beragama Islam ada agenda tausiah dengan mengundang ustad dua kali sebulan.

Saya melihat kotak amal seperti kotak amal yang sering saya lihat di tempat ibadah namun di Klaten tertempel di dinding barokah itu. Mas Chandra seolah tahu yang saya ingin tanyakan langsung menjelaskan bahwa kotak yang ditulisi koin kebugaran berisi koin sisa karyawan belanja yang setiap Rabu sore dibongkar dan digunakan untuk Remas. Remas ini singkatan dari Rebo Massage. Jadi, setiap hari Rabu sore karyawan Kantor Cabang Kalten disegarkan dengan pijatan oleh dua terapis profesional.

Ada pula ruang untuk istirahat menghilangkan kejenuhan dan penat. Tentu tidak pada jam sibuk karyawan bisa istirahat. Di ruang tersebut tidak seorangpun diperbolehkan bermain gadget karena ada tulisan “no gadget area”. Jadi sebelum saya masuk ruangan tersebut saya lansung masukan HP saya ke kantong. Namun, untuk dokumentasi Mas Rhion sudah memberikan aba-aba untuk foto bersama.

Tanpa disadari, waktunya morning briefing sudah tiba. Tepat pukul 07.45 WIB, kami melaksanakan sesuai ketentuan setiap pagi seluruh insan BPJAMSOSTEK dengan membacakan visi misi, nilai budaya dan service value dengan diikuti seluruh peserta.

Seketika hening. Sejenak saya melihat dengan menggerakan kepala saya ke seluruh karyawan yang berada di depan, kanan dan kiri. Saya ingin pastikan insan BPJAMSOSTEK berpakaian lengkap dengan atribut dan rapi. Dan benar, begitu terasa semangat dan energi calon-calon pemimpin masa mendatang.

Saya diberi kesempatan memberi sambutan setelah tuan rumah Pps Kepala Cabang yaitu Bapak Arifnur karena saat itu Kepala Cabang Klaten Bapak Aris Priyo Wibowo sedang menjalankan cuti dan Pak Willy sebagai DepdirWil Jateng dan DIY.

Dalam kesempatan itu, saya menyampaikan pesan singkat agar semua rekan insan BPJAMSOSTEK Cabang Klaten selalu kompak sebagaimana keluarga. Sebuah pesan penting saya titipkan agar menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme serta menjaga nama baik institusi yang telah memberi jalan rejeki.

Di akhir morning briefing, kami meneriakkan yel-yel penyemangat untuk memberi yang terbaik seluruh potensi yang insan  BPJAMSOSTEK Cabang Klatenmiliki. Tentu saya mengucapkannya tak terlalu keras karena tak tahu apa yel yang dimiliki Cabang Klaten. Lalu morning briefing ditutup dengan bersalaman yang saat ini tentunya tak lagi dilakukan karena dihimbau untuk tidak berdekatan apalagi bersalaman.

BACA JUGA http://www.kabarno.com/nks-menulis-kala-corona-memaksa-kita-makaryo-saking-griyo/

Sambil melangkah menuju ke lantai 2, saya melihat beberapa gelas kaca kecil yang berisikan tanaman hidup yang terpajang di setiap tiang tembok dalam kantor. Di gelas kecil tersebut tertulis nama karyawan. Rupanya tanaman-tanaman yang tertulis nama-nama karyawan itu adalah nama karyawan yang sudah mutasi sejak tahun 2018.

Itulah cara memberi apresiasi dan pengingat bahwa karyawan yang sudah mutasi juga masih bersama kami di kantor ini dan terus rekan Cabang Klaten tetap menjaga dan merawat setiap harinya hingga terus hidup. Penuh dengan filosofi bahwa pertemanan tidak berhenti saat rekan kerja pindah tapi selamanya. Simbol romantisme bagaimana cara rekan Cabang Klaten mengingatnya. Termasuk bagaimana membuat kantor menjadi bertambah asri setiap ada rekan yang dimutasi.

Saat sampai di lantai 2, kejutan lain sudah menanti. Rupanya ada pramusaji yang menghidangkan Soto Sedaap Boyolali siap santap. Pantas saja Mas Rhion tak membolehkan saya sarapan di penginapan, ternyata semua sudah diatur sedemikian rupa.

Dan yang membuat sarapan soto pagitu itu terasa lebih lezat adalah kebersamaan dengan seluruh karyawan Cabang Klaten. Seperti biasa tambahan gorengan dan sate yang terhidang melengkapi segarnya soto.

Mas Rhion tiba-tiba membisiki saya agar dapat bersiap mulai rapat. Seolah ia tahu jika tak demikian pasti saya akan nambah soto atau gorengan lagi. Dan akhirnya rapat di mulai. Tentu tidak semua karyawan dapat bergabung karena  mesti melayani peserta. Sebelum waktunya saya sharing, Bapak Ariefnur pps Kepala Cabang memperkenalkan satu persatu karyawan yang hadir di ruang rapat dengan menyampaikan nama dan jabatannya.

Saya sebenarnya sudah kenal beberapa karyawan Cabang Klaten. Sepertinya tak asing terutama karyawan memiliki prestasi prestasi unggul di bidangnya. Misal saja Bu Kartika yang mendapatkan prestasi best of the best employee tahun 2018. Saya mengenalnya saat saya menjadi jurinya.

Saya tahu juga prestasi yang diraih Cabang Klaten seperti kandidat best insanova, best Account Representatif tingkat kanwil, best PAP dan best PMP tingkat kanwil. Tentu saya menjadi ingin tahu bagaimana Kantor Cabang Klaten mampu meraih semua itu.

Selanjutnya, Pak Ariefnur memaparkan tentang pencapaian kinerja pada Kantor Cabang Klaten dan KCP Boyolali. Diskusi berlanjut termasuk saya meminta cara-cara yang tidak biasa untuk bisa meraih target kepesertaan, melayani pelanggan, dan hal lainnya. Cara yang berbeda tentu dibutuhkan untuk menggapai kepesertaan sektor informal atau bukan penerima upah. Melalui seni budaya atau ajang lainnya mungkin solusi untuk bisa mendekati para pekerja ini.

Pertanyaan dan masukan dari teman teman cabang menjadikan catatan saya untuk saya bawa pulang ke Jakarta. Saya perlukan untuk perencanaan membawa institusi untuk semakin gemilang. Tidak terasa waktu bergerak sangat cepat merapat menuju pukul 12.00 wib.

Sebelum meninggalkan kantor cabang, foto bersama tentu menjadi ritual yang tak boleh dilupakan. Lantas saya mesti bergegas karena ingin merasakan Sholat Dzuhur berjamaah di masjid Al-Aqsa yang megah di kota Klaten.

Selepas doa, saya dibawa ke sebuah Warung Makan Ayam Garang Asem Bu Hj. Salamah. Warung makan ini cukup sederhana tanpa pendingin ruangan. Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari garang asem, trancam, sop, pepes aneka ikan, sambal goreng ati, tempe bacem dan lain-lain. Dan saya memesan menu andalan sesuai dengan nama warung makannya yaitu garang asem ayam kampung.

Keyang sudah barang tentu. Sebelum menuju bandara untuk kembali ke Jakarta, sejatinya saya ingin berfoto di daerah Kalitalang Klaten. Spot indah dengan latar belakang Gunung Merapi yang gagah. Tapi sepertinya tidak bisa kunjungan kali ini.

Saya akhirnya menuju ke pabrik sekaligus toko lurik Prasojo. Sudah seharusnya saya ikut menggiatkan perekonomian daerah dengan membeli lurik yng coraknya cantik. Tak mesti membeli banyak, namun saya selalu teringat pekerja yang terserap tentu berharap produknya laku sehingga berdaya membayar iuran jaminan sosial.

Begitulah kunjungan singkat dengan penuh harap rekan di cabang menjadi lebih bersemangat. Sebagai pimpinan tentu saya ingin Kantor Cabang Klaten tak kalah bahkan menjadi contoh bagi kantor cabang lainnya. Dengan begitu, insan BPJAMSOSTEK Cabang Klaten dapat membanggakan membawa misi menjadi Klabers atau Klaten Bersinar. (*)

Nami Kulo Sumarjono. Salam NKS.

About redaksi

Check Also

Haryanta, SH: Calon Lurah Banaran yang Berpengalaman & Didukung Trah Berpengaruh

Pemilihan Lurah Banaran, segera digelar. Akan berlangsung pada Minggu, 24 Oktober 2021, Pemilihan Lurah (Pilur) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *