Home / KANGBARNO / Katuranggan: Mustikaning Wanodyo Ayu

Katuranggan: Mustikaning Wanodyo Ayu

Wanita bagi orang Jawa, menempati posisi sangat penting, luhur, dan adiluhung. Ia diberi tempat terhormat, bahkan melebihi kaum laki-laki. Sebab wanita adala ibu bagi kehidupan. Tempat menyemai masa depan.

Selain menempati posisi tinggi, pada saat yang sama wanita bagi orang Jawa juga pepujaning ati. Hanya saja, ia memang tidak bisa berdiri sendiri, hidup sendiri, besar dan ngremboko tanpa laki-laki. Ia membutuhkan suami untuk menjadi obor kehidupannya. Itu yang membuat orang Jawa mensyaratkan seorang wanita harus sesuai dengan akronimnya: Wanito, wani ditoto.

Dalam khasanah katuranggan, ada banyak tipe, jenis, karakter wanita utama.  Di antara banyak karakter itu, ada yang disebut-sebut sebagai mustikaning wanodyo ayu. Dialah wanita-wanita yang sangat dinantikan kehadirannya dalam hidup setiap laki-laki.

Ciri mustikaning wanodyo adalah memiliki kuning langsat, dengan permukaan kulit seperti transparan menggambar urat-urat nadinya yang kehijauan. Dalam dunia laki-laki, ada guyonan: wanita ini kalau minum kopi akan terlihat aliran kopi yang menghitam di leher, saat meneguk.

Wanita tipe ini, juga mempunyai sinom yang lebat di dahi. Anak rambut itu, seperti reroncen bebungaan yang menghias wajah, terutama jika seluruh rambut diikat ke belakang. Sinom itu juga memberi ciri ia seorang yang memiliki gairah di kamar tidur.

Keutamaan wanita ini, juga bisa ditelusuri dari caranya memandang. Tatapan matanya lembuh meneduhkan. Membuat ayem. Dalam tatapan mata itu, semua problematika hidup, seolah mudah dijamah.

Lalu, yang juga sangat jelas melukis keutamaannya, jika sedang berbicara, semua seperti tersihir, diam mendengarkan dengan kekhusukan yang takjim. Kata-katanya berisi, penuh wibawa tapi tidak pernah kehilangan kelembutan.

Dari sisi sifat, wanita jenis ini, sangat gemi-nestiti-ngatiati. Dalam soal mengurus rezeki, ia sangat hemat. Tapi jika untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak, penting, atau menolong orang yang benar-benar membutuhkan, ia berani merelakan hartanya.

Kepada mustikaning wanodyo ini, jangan  pernah berfikir untuk mencari madu, berpoligami, atau mendua. Sebab, ia memiliki karakter anti poligami. Ia akan murka jika suaminya mendua dan tidak setia karena ia jenis wanita yang setyatuhu. Demi suami dan keluarga, ia rela mempertaruhkan segalanya, tapi bayarannya, wanita tipe ini harus diberi kesetiaan utuh. Kesetiaan tanpa basa-basi.(kib)

About redaksi

Check Also

Hasil Turnamen Sahabat Ngopi Cup, Ini Bibit Bulutangkis Kulon Progo dari Perantauan

Gelaran Turnamen Bulutangkis Sahabat Ngopi II selesai digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *