Home / KEMAT (page 18)

KEMAT

Raden Ngabei Ronggowarsito-5: Memilih Minggat dari Pesantren

Melihat muridnya yang justru bertambah buruk tabiatnya,  Kiai Imam Besari menyalahkan Ki Tanujoyo  yang selalu menuruti kehendak momonganya. Bagus Burham dan Ki Tanujoyo akhirnya, pergi dengan diam-diam.   Mereka menghilang dari Pondok Gebang Tinatar menuju ke suatu tempat yang pada waktu itu sibeut bernama Mara. Disini mereka tinggal di rumah …

Read More »

Raden Ngabei Ronggowarsito-4: Santri Ndugal Kiai Imam Besari

​Dia adalah Raden Ngabei Ronggowarsito. Bangsawan Kraton Surakarta ini,adalah meteor dalam mistik Jawa. Namanya, bahkan mengalahkan popularitas para raja-raja Jawa.Hingga kini pun, Ronggowarsito tetap menjadi idola bagi penggiat kebatinan. Apalagi, ramalan-ramalannnya, begitu masyur, menemukan bentuknya di zaman ini.    Sebelum dikenal dengan nama gelar Raden Ngabei Ronggowarsito, tokoh yang sering …

Read More »

Raden Ngabei Ronggowarsito-3: Diziarahi Tokoh-tokoh Penting Jelang Pemilu

Di antara alam pedusunan yang lugu, makam Ranggawarsita adalah pesona yang memukau. Ia juga sekaligus magnet yang mengundang banyak pendatang. Maka, makam ini, nyaris tak pernah kehilangan pengunjung, di setiap hari. Mereka, datang dari tempat-tempat jauh, tidak sebatas ingin mengenal ahli ramal ini, tapi tidak jarang, mencari wangsit atau berburu …

Read More »

Ritual Jawa Mulai Lahir hingga Mati-1: Tingkepan

Benar. Orang Jawa memang hidup bersama ritual-ritual adat yang panjang. Sejak masih dalam kandungan ibu, hingga masuk liang lahat. Semua dirangkai dengan ritual yang seolah tak pernah berhenti. Misalnya saja, sejak masih usia tujuh bulan di kandungan, sang bayi sudah dikenalkan dengan ritual tingkepan. Atau nujuhbulanan. Ritual tingkepan, tak kalah …

Read More »

Raden Ngabei Ronggowarsito-2: Ada Sumur Kuno Dekat Makam

Komplek pemakaman tua ini, memang menjadi persemayaman para leluhur Ranggawarsita. Apalagi, nenek moyang peramal zaman edan ini, memang berasal dari Palar.Tapi sejak 1952, saat Bung Karno membuat cungkup, ada 11 kijing leluhur dekat Ranggaarsita yang disatukan di dalam cukung besar. Di dekat pusaranya, beristirahat tenang Raden Ayu Gombak dan Raden Kumaradewa, dua istri tercinta. Kijing utama, terbuat …

Read More »

Raden Ngabei Ronggowarsito-1: yang Gumebyar dari Palar

Palar. Sebuah dusun, yang tentu jauh dari kesibukan. Angin yang semilir, meski kadang bertiup agak kencang, adalah nyaris satu-satunya irama abadi yang mengisi kesenyapan. Dan, di sanalah, Raden Ngabei Ranggawarsita sumare, beristirahat panjang, ditemani irama alam. Desa Palar, masuk wilayah Kecamatan Trucuk, Klaten.   Dari pusat kota kecil Klaten, komplek makam, berjarak 10 …

Read More »

Sang Penangsang-6: Kutukan Bengawan Sore

Tumbuh menjadi pemuda perkasa, Aryo Penangsang tampil sebagai pengayom masyarakat Jipang Panolan. Kedudukannya sebagai adipati juga membuatnya memiliki pengaruh di kalangan orang-orang sakti yang berseberangan dengan Demak. Apalagi, Penangsang diasuh oleh Sunan Kudus. Meski sejatinya, berusaha menghindari intrik politik dengan Demak, namun posisinya sebagai putra Pangeran Sekar, Penangsang menjadi sasaran …

Read More »

Ki Ageng Suryomentaram-5: Menyebar Kawruh Jiwa untuk Membangun Bangsa

Masa pergerakan telah dilewati dengan ikut mendirikan Taman Siswa. Selama perang revolusi, peran penting juga diambil dengan menggagas Jimat Perang dan PETA. Kini, setelah penyerahan kedaulatan, tugas Ki Ageng Suryomentaram, mulai berkurang. Sejak urusan negara selesai, Ki Ageng kembali pada Kawruh Jiwa atau yang juga populer disebut Kawruh Beja. Ia …

Read More »

Sang Penangsang-5: Dihanyutkan diSungai Agar Selamat

Tersebutlah Desa Jipang. Inilah wilayah, yang  konon menjadi pusat Kadipaten Jipang-Panolan. Di kadipaten ini, Aryo Penangsang duduk bertahta sebagai penguasa yang dincintai. Sebagai kadipaten, sejumlah daerah berada di bawah kendalinya. Antara lain Kabupaten Blora, Rembang, Pati, bahkan sangat mungin juga Jepara. Begitu besar pengaruh Jipang dan Penangsang, sehingga daerah-daerah bawahan …

Read More »

Sang Penangsang-4: Pantangan Lakon Aryo Penangsang

Di sekitar petilasan Arya Penangsang, sebuah tradisi lestari hingga kini. Tradisi membuat sedekah bumi, sebagai rasa syukur kepada kemuliaan yang datang dari Tuhan. Juga, untuk mengalirkan doa-doa kepada para leluhur Jipang. Upacara sakral yang penuh kekerabatan itu disebut dengan manganan yang biasanya dilakukan di makam Gedong Ageng. Secara umum ada …

Read More »