Home / RJ / Jam 2 Mau, SMPN 4 Tambak & PPKP Baksos nang Sangkrek Kokap

Jam 2 Mau, SMPN 4 Tambak & PPKP Baksos nang Sangkrek Kokap

Akhirnya, Bhakti Sosial dengan melakukan droping air bersih ke Dusun Sangkrek, Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, selesai dilaksanakan. Ratusan Alumni SMP Negeri 4 Tambak dan Polri Putra-putri Kulon Progo (PPKP), mengantarkan tanki air yang langsung disambut warga.

Antrean jrigen berukuran sedang, mengelilingi tanki air bersih. Terlihat sesepuh desa dan tokoh-tokoh masyarakat menerima rombongan Alumni SMPN 4 Tambak dan PPKP. Selanjutnya, terjadi keakraban yang menyenangkan, termasuk berfoto bersama.

“Bhakti Sosial ini untuk ikut memperingati Hari Pahlawan yang kebetulan pas hari ini,” kata Hendry Utomo, ketua panitia Baksos SMPN 4 Tambak.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Brigadir Ngudi Raharjo. Alumni SMPN 4 Tambak angkatan pertama ini, menegaskan nilai-nilai luhur para pahlawan harus diteladani.

“Ya kita bisanya hanya ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan air bersih,” ungkap Ngudi sambil menambahkan bahwa acara Baksos memang sudah rutin dilakukan oleh alumni SMPN 4 Tambak atau komunitas PPKP.

Bhakti Sosial kali ini, memang terasa lebih gayeng. Ratusan alumni menyempatkan datang, bahkan dari tempat-tempat yang jauh. Selain Mas Ngudi Raharjo yang baru datang dari Jakarta setelah jam 1 siang, terlihat pula Mas Supandi yang susah sejak kemarin meninggalkan rumahnya di kawasan Kelapa Dua Depok.

Sementara itu, alumni yang tinggal di Kulon Progo, tentu saja menjadi yang paling sibuk. Selain Mas Hendry, para ibu sudah sejak pagi, menyiapkan banyak ubo-rampe. Termasuk makanan-makanan khas Kulon Progo seperti geblek lengkap dengan tempe benguk yang ngangeni.

“Alhamdulillah yang ikut banyak. Selain bhakti sosial, ini juga menjadi ajang silaturahmi,” ungkap Hendry Utomo yang seusai baksos langsung mengumpulkan para alumni untuk ngobrol lebih panjang di sebuah rumah makan.

Alumni SMP Negeri yang sekarang dikenal sebagai SMP Negeri 5 Wates ini, memang selalu guyub. Meski tidak bisa saling bertemu setiap saat, percakapan melalui WAG terus terjadi.(djo)

About redaksi

Check Also

Ramene Alun-alun Wates Saben Mbengi

Mbengi iki tansah kroso peteng ndedet,omah omah tansah nyenyet,nandake ndeso ndeso tansah sepi,ora ono tontonan,yo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *