Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (32): Ke Pasar, Membuat Mbokwo Lupa Kelakuan Pakwo

Menghadapi dinding batu masih lebih mudah. Dibandingkan dengan menghadapi hati yang sudah membatu. Hati yang membatu tidak akan dapat diubah dalam waktu

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 9, 2018oleh redaksi

Api Cinta (31): Lha Kepriben Maning, Kae Sak Karebe Dhewek

Selagi masih muda Pakwo sering berkelana. Pergi jauh untuk mendapatkan kesenangan. Meski harus meninggalkan kewajiban sebagai kepala keluarga. Menjaga ternah dan menggarap

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 8, 2018oleh redaksi

Api Cinta (30): Pakwo yang selalu Kalah sama Perempuan

Sesampai di rumah Paidi juga tidak banyak pertanyaan. Juga tidak banyak mengeluh. Meski tertatih-tatih namun harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah. Begitu

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 7, 2018oleh redaksi

Api Cinta (29): Meringis, Sikile Paidi Keruji

Berbeda dengan mikul membawa dua beban kiri dan kanan menggandalkan kekuatan pundak sebagai penyangga beban. Sekali mikul harus membawa beban dua pocong

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 6, 2018oleh redaksi

Api Cinta (28): Memanggul Damen, Belajar Hidup

Cuci tangan yang memenuhi standar higienis terasa jauh dari harapan. Jadilah genangan air di kubangan kaki kerbau menjadi tempat cuci tangan yang

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 5, 2018oleh redaksi

Api Cinta (27): Paidi Ikut Nggaru, Nderep & Manggul Pari

Paidi dan teman-temannya lupa daratan. Ketika mandi di kedalaman air yang tenang, biru menyegarkan semuanya terlupakan. Berjam-jam mereka dapat berendam di sungai.

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 4, 2018oleh redaksi

Api Cinta (26): Jur-juran yuk, Kasi Wit Elo

Paidi menyaksikan bebek-bebek yang berhamburan di Kali Jali. Tidak peduli banjir tengah menerjang. Namun bebek-bebek itu tetap saja berenang. Hanya sesekali ke

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 3, 2018oleh redaksi

Api Cinta (25): Kepasrahan Belaka yang dapat Dilakukan

Berhari-hari Paidi mengikuti nalurinya. Tidak banyak melakukan perubahan aktivitas. Setiap pagi menjelang, membawa serta ternak gembalaannya ke padang luas. Menjelang siang membawa

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 2, 2018oleh redaksi

Api Cinta (24): Yang Penting Hadir & Mengalir

Paidi mendapat pelajaran yang sangat berharga. Banjir yang menyeret badan kecilnya, dapat diikuti dengan mengikuti air yang mengalir. Tidak melawan arus air

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 1, 2018oleh redaksi

Api Cinta (22): Mengendap-endap, Paidi Pulang

Ujung gethek, dilalui. Paidi mulai cemas dalam kedinginan dan mual akibat banyaknya air yang mulai masuk perutnya. Pertengahan gethek juga sudah dilalui.

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 29, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 49
  • 50
  • 51
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version