Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (21): Paidi Terseret Arus Deras

Paidi yang belum beranjak remaja menyertai orang tuanya hijrah ke kampung Madanom, ibunya yang berjarak tidak lebih dari 50 kilometer. Perkampungan yang

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 27, 2018oleh redaksi

Api Cinta (20): Anak Gembala kok Gak Bisa Renang

Hari-hari selanjutnya sudah seperti biasa. Paidi seperti sediakala. Kelincahannya tidak berubah. Kenakalan-kenakalan kecil muncul di setiap waktu. Semua itu dilakukan Paidi hanya

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 25, 2018oleh redaksi

Api Cinta (19): Nunggang Kebo sambil Ngguyang

Paidi mulai berkenalan dengan gondhek. Mulai berani mendekatinya, memegang ekor dan tanduknya. Sesekali Paidi menaiki kerbau kecil yang tengah nderum. Selain karena

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 24, 2018Januari 24, 2018oleh redaksi
Stiki

Api Cinta (18): Paidi Terpelanting, namun tidak Jatuh

Paidi terdiam, terpaku, tertegun. Menyaksikan gondhek lincah berlarian. Seperti tidak ada beban, tidak ada hambatan. Hanya bersenang-senang. Ketika kerbau lain merumput, ke

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 23, 2018oleh redaksi

Api Cinta (17): Nunggang Kerbau Nderum

Berbulan-bulan Paidi tidak dapat mengekspresikan kelincahannya. Kedua kaki yang menopang kegesitannya bengkak, bernanah dan mengeluarkan bau amis. Selama itu pula Paidi berdiam

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 22, 2018Januari 22, 2018oleh redaksi
Stiki

Api Cinta (16): Sepanjang Hari Paidi hanya Menangis

Suatu kali Paidi melalui kerumunan ibu-ibu yang tengah menumbuk padi. Siang hari di kandang kerbau yang ditinggalkan pemiliknya. Kerbau-kerbau di siang hari

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 20, 2018oleh redaksi

Api Cinta (15): Paidi yang Paling Mbeling

Hari berlalu, bulan berganti tahun datang menjelang. Paidi tumbuh sebagai anak yang lincah. Tidak pernah bisa tinggal diam. Apa saja dipegang, seperti

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 19, 2018oleh redaksi

Api Cinta (14): Cah Bagus Anakku, Rungokno Iki…

Di waktu senggang. Sore hari ketika duduk-duduk bersama Madanom, sengaja Madsani memperhatikan keduanya. Silih berganti dicermati wajah keduanya. Satu perempuan yang disayangi.

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 18, 2018oleh redaksi

Api Cinta (13): Madsani jadi Lebih Sering Berdendang

Tak Lelo Lelo Lelo Legung tak lelo lelo lelo legung… cup menenga aja pijer nangis anakku sing bagus rupane nek nangis ndak

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 17, 2018oleh redaksi

Api Cinta (12): Nanti ndak Malah Kabotan Jeneng

Anak-anak yang sebentar lagi dapat menemani bapaknya ke sawah, ke ladang dan kemana saja. Anak-anak yang lucu, tempat bercanda bersama dan berbagi

DWIDJO, KANGBARNOJanuari 16, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 50
  • 51
  • 52
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version