Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (42): Mirah Terkulai Lemas

Mirah tidak terkecuali. Mirah yang kaki dan tangannya kurus tidak berotot. Jari-jari tangannya sangat lentik. Halus kulitnya dan lemah gemulai. Jalannya lenggak-lenggok,

DWIDJO, UncategorizedFebruari 19, 2018Februari 19, 2018oleh redaksi

Api Cinta (41): Paidi-Mirah Bagai Sejoli yang tak Terpisahkan

“Lha wong babone Bangkok, anake yo Bangkok,”  demikian ibu-ibu memberikan julukan kepada anak yang baru beranjak remaja. Potongan baik, jahitan baik maka

DWIDJO, UncategorizedFebruari 18, 2018Februari 18, 2018oleh redaksi

Api Cinta (40): Mirah dalam Pandangan Paidi Menjadi Sangat Cantik

Paidi merasa senang.  Mirah tampak bergairah. Keduanya semakin kompak saja. Dalam banyak hal mereka berdua. Termasuk ketika menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan guru

DWIDJOFebruari 17, 2018oleh redaksi

Api Cinta (39): Kesempatan Bersama Mirah mulai Hilang

Selepas sekolah  Paidi mulai banyak kegiatan, terutama membantu orangtuanya. Bermain bersama Mirah yang menjadi kebiasaan mulai berkurang. Hanya sesekali saja Paidi bermain

DWIDJO, UncategorizedFebruari 15, 2018oleh redaksi

Api Cinta (38): Terbayang Kehidupan Bersama Mirah

Suatu kesempatan ketika Paidi dan Mirah bermain berdua. Tidak ada teman lain yang ikut bermain. Mereka benar-benar berdua. Orangtua mereka belum kembali

DWIDJO, UncategorizedFebruari 14, 2018oleh redaksi

Api Cinta (37): Aku jadi Pak Lurah kamu jadi Ibu Lurah

Orangtua mereka juga tidak mempermasalahkan, keduanya runtang-runtung. Dalam pandangan orangtua keduanya tokh mereka masih kanak-kanak. Biarlah masa kanak-kanak mereka lalui dengan sangat

DWIDJO, UncategorizedFebruari 13, 2018oleh redaksi

Api Cinta (36): Mirah Menjadi Teman Paling Akrab bagi Paidi

“Lik Yah, dolan yuk,” Paidi kecil mengajak temannya bermain. Ada banyak permainan di siang hari. Berbeda dengan malam hari, ketika purnama permainan

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 12, 2018oleh redaksi

Api Cinta (35): Paidi Dibopong, Ditidurkan di Bawah Pohon Sawo

Paidi mengharapkan teman-teman sepermainannya berlaku sama dengan para orangtua mereka. Bercengkerama, bersama-sama tertawa dan tersenyum simpul bersama. Namun Paidi tidak mengerti harus

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 12, 2018oleh redaksi

Api Cinta (34): Ngogrok-ogrok Tekek, kok Tengah Wengi

Gundhul-gundhul  pacul gembelengan Nyunggi-nyunggi  wakul  gembelengan Wakul ngglimpang segane dadi sak latar Paidi berjingkrak. Mendengarkan lagu yang dinyanyikan anak-anak sebayanya. Suatu kali

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 11, 2018oleh redaksi

Api Cinta (33): Semua dapat Dilakukan oleh Mbokwo

Demikian Mbokwo selalu menyampaikan kepada anak-anaknya. Ketika menghadapi masa sulit. Ketika menghadapi tembok tinggi. Ketika hati dan perasaannya buntu. Tidak menemukan jalan

DWIDJO, KANGBARNOFebruari 10, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 48
  • 49
  • 50
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version