Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (52): Kabul… Kabul… Kabul…

Mirah naik panggung. Meski tertatih-tatih karena kain jarik yang menelikung kakinya. Suasana menjadi meriah. Suara suit-suit berlangsung mengiringi tepuk tanggan panjang. Suasana

DWIDJOMaret 1, 2018Maret 1, 2018oleh redaksi

Api Cinta (51): Mirah Yakin Menguasai Keadaan

Menjelang akhir tahun belajar. Disepakati kelas tiga dilakukan perpisahan. Hal itu menjadi tradisi di setiap sekolah. Tidak terkecuali di sekolah tempat Paidi-Mirah

DWIDJOFebruari 28, 2018Februari 28, 2018oleh redaksi

Api Cinta (50): Sengaja Mirah Menyimpan Ucapannya

Mirah yang duduk di deretan paling depan, bertugas sebagai salah satu juri. Menyambut Paidi dengan tepuk tangan panjang. Sama seperti semua yang

DWIDJOFebruari 27, 2018Februari 27, 2018oleh redaksi

Api Cinta (49): Bagaimana Mungkin Perempuan menjadi Pemimpin

Pendidikan bagi kaum perempuan lebih banyak akan mendatangkan malapetaka dan bencana. Perempuan yang memiliki kemandirian akan melakukan perlawanan terhadap kaum laki-laki.  Perempuan

DWIDJO, UncategorizedFebruari 26, 2018Februari 26, 2018oleh redaksi

Api Cinta (48): Gagah Gedhe Pidekso

Penampilan fisik lahiriyah dan nilai-nilai yang melekat dalam diri Gathut Kaca masih dapat disaksikan dalam kehidupan di alam nyata. Menghadirkan seluruhnya memang

DWIDJO, UncategorizedFebruari 25, 2018Februari 25, 2018oleh redaksi

Api Cinta (47): Kayak Guru Kesenian saja, Ndakik-dakik Berteori

“Beda, seni dan seniman,” tambahnya menirukan guru kesenian yang mengajar di kelas. Tidak boleh digebyah-uyah.  Seni itu luhur dan indah. Semua mata

DENPUR, DWIDJOFebruari 24, 2018Februari 24, 2018oleh redaksi

Api Cinta (46): Mumet Aku, Wagah Aku, Kata Mirah

Hari-hari berjalan seperti sedia kala. Paidi-Mirah bersama-sama, berangkat dan pulang sekolah. Ketika di rumah masing-masing membantu orang tua mereka. Hanya sesekali keduanya

DWIDJO, UncategorizedFebruari 23, 2018Februari 23, 2018oleh redaksi

Api Cinta (45): Mirah yang di Pinggir Lapangan Terpaku

Paidi-Mirah dalam beberapa hari ini tidak bertemu. Mereka berangkat ke sekolah sendiri-sendiri. Entah mengapa, Paidi tidak bertanya. Mirah juga tidak mempersoalkan. Mereka

DWIDJO, UncategorizedFebruari 22, 2018Februari 22, 2018oleh redaksi

Api Cinta (44): Yang Dilakukan hanya Membayangkan Mirah

Paidi memang belum saatnya memikirkan hal-hal semacam itu. Namun keadaan yang memaksa pikirannya menerawang jauh di masa depan. Pikirannya meloncat-loncat, membayangkan dirinya.

DWIDJO, UncategorizedFebruari 21, 2018Februari 21, 2018oleh redaksi

Api Cinta (43): Kecantikan Mirah Menarik Perhatian Semua Orang

Paidi dalam hati mengagumi Mirah. Tampak wajahnya yang lemah, sekaligus menampakkan kelembutan. Rambutnya yang tergerai sesekali menerpa wajah Mirah. Jidatnya yang sedikit

DWIDJO, UncategorizedFebruari 20, 2018Februari 20, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 47
  • 48
  • 49
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version