Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (101): Semua Berubah, Semua Berganti

 Kabeh berubah. Kabeh ono mangsane. Tidak ada yang tidak berganti. Madsani terus berbicara sedang istri dan anaknya, juga terus mendengarkan. Seperti biasa,

DWIDJOMei 1, 2018Mei 1, 2018oleh redaksi

Api Cinta (100): Leluhur Kita, Ada dalam Perjuangan Mempertahankan Mataram

Biyungnya menanyakan beberapa hal, berkaitan dengan belajar. Sama sekali tidak menanyakan kabar wusanane Mirah.  Sengaja hal itu disimpan saja agar tidak menambah

DWIDJOApril 30, 2018oleh redaksi

Api Cinta (99): Mirah Sesungguhnya Bukan Apa-apa

Madanom menyaksikan Paidi dari ujung kaki sampai rambut. Tidak ada perubahan berarti, badannya masih kurus bahkan bertambah kering. Rambutnya disisir ke kanan

DWIDJOApril 29, 2018oleh redaksi

Api Cinta (98): Kembali ke Menoreh, Tempat Pendadaran Prajurit Mataram

Ketebang-ketebang. Paidi kembali ke kampung halaman untuk berlibur.  Tidak sesungguhnya berlibur. Lebih karena bekalnya memang sudah habis. Kiriman belum datang, persediaan logistik

DWIDJOApril 28, 2018oleh redaksi

Api Cinta (97): Paidi Ingat, Pernah Ketiban Sampur

Paidi jenuh dengan rutinitas yang membelenggu. Untuk mengisi kekosongan, kalau tidak ke perpustakaan, Paidi berdiam diri di masjid kampus.  Masyarakat sekitar kampus

DWIDJOApril 27, 2018oleh redaksi

Api Cinta (96): Tahun Pertama Kuliah Terlewati

Paidi lebih memilih membeli buku dan bahan bacaan ketimbang membeli baju baru. Meski keduanya sama-sama dibutuhkan, namun prioritas pertama mengoleksi buku. Meski

DWIDJOApril 26, 2018oleh redaksi

Api Cinta (95): Berhati-hatilah, Kamu Masih Sangat Muda

Masa pengenalan kampus, meski tidak ada lagi penggojlogan namun superioritas para senior sengaja ditampilkan. Paidi mendapat giliran, maju ke podium. Di hadapan

DWIDJOApril 25, 2018oleh redaksi

Api Cinta (94): Yo wis, ora usah ditangisi

Paidi sedang sial, kantong celana panjangnya kosong. Padahal dari kost sudah mempersiapkan recehan untuk membayar tiket bus. Uang yang tidak seberapa dicopet,

DWIDJOApril 24, 2018April 24, 2018oleh redaksi

Api Cinta (94): Ikan tidak pernah Menjadi Asin Meski Hidup di Samudera

Menyelesaikan sekolah tinggi sesegera mungkin, itu artinya tidak boleh ada gangguan, hambatan dan rintangan. Mirah Delima yang selama ini menggelayuti  pikiran dan

DWIDJOApril 23, 2018oleh redaksi

Api Cinta (93): Akhirnya Paidi Meninggalkan Kampung Halaman

Paidi meninggalkan kampung halaman untuk mengubur semua kenangan bersama Mirah yang hilang seperti ditelan bumi. Perpisahan yang membuat kehidupan Paidi kalang kabut,

DWIDJOApril 22, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 42
  • 43
  • 44
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version