Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (111): Paidi Tetap dalam Keanehan

Tiba-tiba saja motor yang membawa mereka berhenti di sebuah rumah. Tepatnya sebuah warung makan dan minum dengan musik keras menghentak-hentak. Paidi belum

DWIDJOMei 16, 2018oleh redaksi

Api Cinta (110): Paidi masih Asyik Bercerita dengan Ciblek

Di tengah perbincangan entah apa isinya, mereka bertiga memecah suasana. Tawa mereka lepas, berkepanjangan bahkan saling bersahutan. Kontan saja mengundang pemandangan berbeda

DWIDJOMei 15, 2018Mei 15, 2018oleh redaksi

Api Cinta (109): Tentang Ciblek Penghiasan Malam

Mereka bertiga terkekeh-kekeh. Ciblek itu, mereka bertiga bersama-sama mencoba menerangkan apa makna sesungguhnya di balik ungkapan tersebut. Simpang Lima   di malam hari

DWIDJOMei 14, 2018oleh redaksi

Api Cinta (108): Paidi Belum Menemukan Solusi

Perebutan kekuasaan atas harta, tahta, dan wanita terjadi di era klasik. Sejak zaman purbakala. Komunitas  mempertahankan wilayahnya. Sumber daya alam dan manusia.

DWIDJOMei 13, 2018oleh redaksi

Api Cinta (107): Paidi Ingat Perjuangan Bopo-biyung di Kampung

Maria berkerudung, itu satu-satunya mahasiswa di kampus yang konsieten dengan sikap dan semangat. Ternyata Maria jebolan madrasah di kotanya. Tidak berlebihan bagi

DWIDJOMei 12, 2018oleh redaksi

Api Cinta (106): Maria dalam Pandangan Paidi Manis

Kribo masih dalam pandangannya. Perempuan banyak tipenya. Ada perempuan yang hanya cocok sebagai teman seperjalanan. Ada perempuan yang dapat menjadi teman dalam

DWIDJOMei 11, 2018Mei 11, 2018oleh redaksi

Api Cinta (105): Tentang si Kribo yang memang Perhatian

Pernah suatu kali Kribo melarang Paidi berdekatan dengan teman perempuan di kampus. Selain tidak pantas juga belum saatnya berkenalan dengan perempuan. Apalagi

DWIDJOMei 10, 2018Mei 10, 2018oleh redaksi

Api Cinta (104): Kenthos kok Diam saja…

Basic training (Batra) PII dan HMI memberi pandangan lain kepada Paidi, terlebih dalam hal menyikapi kebijakan pemerintah. Banyak kebijakan pemerintahan yang tidak

DWIDJOMei 9, 2018oleh redaksi

Api Cinta (103): Paidi Diam, tidak Memberi Jawaban

Madanom nimbrung, menyambung pembicaraan Madsani suaminya. Berpesan kepada mbarep lanang agar menjalani kehidupan di alam ramai, menjalani kehidupan yang sesunguhnya. Layaknya masyarakat

DWIDJOMei 8, 2018Mei 8, 2018oleh redaksi

Api Cinta (102): Urip iku Urup Le, Ngurupi lan Nguripi Kiwo-tengenmu

Berada di kampung halaman, bertemu dengan ramak dan simbok, ada perasaan tenang merayapi hati Paidi. Ia larut dalam suasana desa yang tentram.

DWIDJOMei 3, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 41
  • 42
  • 43
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version