Lewati ke konten
Kabarno

Api Cinta (93): Tidak Sanggup Menanggung Akibatnya

“Jangan sampai jadi anak durhaka, jangan sampai dikatakan tidak tahu malu, jangan sampai dituduh sebagai tidak berbakti, jangan sammpai tak tahu diri

DWIDJOApril 21, 2018oleh redaksi

Api Cinta (92): Meninggalkan Semua yang Ada, Termasuk Kenangannya

Madsani dan Madanom masih termenung memikirkan jalan keluar terbaik untuk dirinya, anak-anak dan keluarga besar yang menyertainya. Akankah mengikuti kata hatinya untuk

DWIDJOApril 20, 2018April 20, 2018oleh redaksi

Api Cinta (91): Jangan sampai Menyesal di Kemudian Hari

Perjalanan panjang yang diangankan akan segera diwujudkan. Mereka sudah hampir sepakat untuk melakukan perjalanan mencari penghidupan yang lebih layak. Bagaimana mempersiapkan kehidupan

DWIDJOApril 19, 2018oleh redaksi

Api Cinta (90): Saatnya yang Serba Susah dan Nelangsa Ditinggalkan

Hijrah, menempuh perjalanan panjang. Melakukan perjalanan mencapai tanah harapan. Satu harapannya yakni untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Kehidupan yang diidam-idamkan semua

DWIDJOApril 17, 2018oleh redaksi

Api Cinta (89): Paidi masih Tetap Membayangkan Mirah

Pagi-pagi sekali mereka terbangun seperti dalam mimpi saja, mereka bertiga bersama-sama membuka mata. Ketiganya saling berpandangan dan sama-sama tidak mengucapkan satu kalimatpun.

DWIDJOApril 16, 2018oleh redaksi

Api Cinta (88): Madsani dan Sang Istri Beradu Pandang

Madanom membuka percakapan memecahkan keheningan di malam yang mulai larut. Sementara Madanom menunggu reaksi apa yang bakal diutarakan anaknya, dengan harap-harap cemas

DWIDJOApril 15, 2018April 15, 2018oleh redaksi

Api Cinta (87): Memisahkan sama sekali Keduanya juga akan Berisiko

Madanom terus mendesak suaminya   agar melakukan sesuatu, melakukan sesuatu secara benar untuk menyelamatkan masa depan anaknya. “Sekarang,” kata Madanom. “Sekarang dan tidak

DWIDJOApril 14, 2018oleh redaksi

Api Cinta (86): Perjuangan itu Sendiri sebuah Sikap

Madsani berusaha meyakinkan istrinya. Perjuangan tidak akan sepi dari penderitaan bahkan tetesan air mata, bahkan tetesan darah yang terakhir. “Perjuangan itu membutuhkan

DWIDJOApril 13, 2018oleh redaksi

Api Cinta (85): Semua akan Selesai dengan Perjalanan Waktu

Madsani berpandangan lain. Berbeda dengan Madanom, istrinya. Madsani lebih memilih untuk mengalir, mengikuti arus perjalanan kehidupan. Tidak banyak melakukan rekayasa, biarlah semua

DWIDJOApril 12, 2018April 12, 2018oleh redaksi

Api Cinta (84): Kalau Dibiarkan dapat menjadi Prahara

“Pakne,” kata Madanom berbisik sambil mendekat, sambil  merajuk, sesekali nggelendhot,  menyandarkan kepala ke bahu suaminya.    Madanom memperkirakan suasana perbincangan bakal menjadi

DWIDJOApril 9, 2018April 9, 2018oleh redaksi
  • Sebelumnya
  • 1
  • …
  • 43
  • 44
  • 45
  • …
  • 53
  • Berikutnya
@kabarno2024
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
Versi Non AMP
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
  • Home
  • TERKINI
  • PUISI
  • NEWS
  • CAKRUK
  • MAF
  • DENPUR
  • DENSUS
  • GAWIN
  • LEKEMAT
  • PASUGATAN
  • DWIDJO
  • ACI
  • ALAMAT
  • REDAKSI
  • Alamat
  • Home Page
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Terms of Service
  • Warga Blumbang Karangsari Pengasih Gelar Syawalan di Bukit Sajen
Exit mobile version