Tradisi Unik Bodo Ketupat Dusun Juwono Mangunharjo Tembalang Kota Semarang

oleh -305 Dilihat

SEMARANG,KABARNO.COM – Dusun Juwono yang berlokasi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah memiliki beberapa tradisi unik yang tetap dilestarikan hingga era postmodern saat ini.

Satu dari sekian tradisi itu, adalah perayaan bodo ketupat. Bodo ketupat, dirayakan oleh warga Dusun Juwono yang bermukim di wilayah rukun tangga (RT) 1, 2 dan 3, rukun warga (RW) 3, satu minggu setelah perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Bodo Ketupat, tahun 1447 H, dirayakan pada Sabtu (28/3) baru-baru ini.

Masyarakat usai shalat Subuh, tua muda, besar kecil tak membedakan status sosial berbondong ke mushala Baitussalam dengan membawa aneka hidangan khas Lebaran seperti ketupat, lontong, opor, jajanan pasar dan beragam buah-buahan.

Tidak seperti perayaan bodo ketupat masyarakat di pantai Utara Jawa, yang diisi dengan beragam atraksi dan ritual di pantai, maka warga Dusun Juwono merayakannya dengan warna keagamaan.

Lantunan puji-pujian asrokol Maulid Nabi yang lebih dikenal dengan syair ya nabi salam ‘alaika dilantunkan oleh ibu-ibu dan pengurus takmir, mengawali perayaan bodo ketupat.

Ketua Takmir Mushala Baitussalam, Ustad Abdul Kholil Kasturi dalam sambutannya mengatakan, perayaan bodo ketupat merupakan tradisi masyarakat Dusun Juwono yang turun temurun dan dilestarikan hingga saat ini. Tradisi itu tidak bertentangan dengan syariat, justru menguatkan nilai-nilai keimanan.

”Warga yang belum sempat ujung-ujung ke tetangga, berkesempatan bertemu, warga yang ingin menambah shodaqoh dapat membawa makanan ke lokasi untuk dinikmati bersama. Sehingga makna Idul Fitri kembali ke fitrah lebih terasa,” ujar Kasturi.

Urgensi Silaturrahmi dalam Konteks Hubungan antar Manusia 

Sementara ustadz Saiful Amar, yang berkesempatan menyampaikan mauidhoh hasanah halal bihalal bodo ketupat, menekankan urgensi silaturahmi dalam konteks hubungan antar manusia dalam bermasyarakat.

Silaturahmi, ujarnya, merupakan bentuk hubungan antar manusia (hablum minannas), yang sangat dianjurkan sebagai wujud sunnah rasul Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam.

”Silaturahmi, memiliki manfaat besar, baik secara spiritual maupun sosial-kesehatan. Dalam Islam silaturahmi dapat melapangkan rezeki, memperpanjang umur, menghapus dosa, dan mendekatkan diri ke surga. Secara psikologis, silaturahmi mengurangi stres, meningkatkan imun tubuh, memperkuat tali persaudaraan, dan mencegah pikun (demensia),” ungkapnya.

Perayaan bodo ketupat, diakhiri dengan doa untuk keselamatan dan keberkahan yang dipimpin tokok masyarakat ustad Djoko Sengoro serta bersalam-salaman saling memaafkan dan makan bersama.

Meski Dusun Juwono merupakan area permukiman padat yang berada di tengah kota dekat dengan Jl. Raya Elang, Rumah Sakit Wongso Negoro, Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Karya Husada, namun nuansa bermasyarakat ala pedesaan masih lekat.(sup*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.