Jelang May Day, Ahmad Luthfi Lakukan Dialog dan Serap Aspirasi Buruh

oleh -35 Dilihat

Semarang,KABARNO.Com – Menjelang peringatan hari buruh (May Day) 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan dialog dengan para buruh dan pekerja untuk menyerap berbagai aspirasi mereka.

Gubernur Ahmad Lutfhi melakukan itu,  saat silaturahmi dan dialog dengan serikat buruh dan serikat pekerja di Truntum Gama, Kota Semarang, Senin, 27 April 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan 78 serikat pekerja dan serikat buruh yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan serupa juga pernah dilakukan pada 2025 lalu.

Sejumlah permasalahan dan aspirasi yang disampaikan para buruh di antaranya, terkait pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakjelasan pesangon yang belum dipenuhi pihak perusahaan, hingga persoalan kesejahteraan pekerja dan buruh.

Luthfi menjawab satu persatu aspirasi yang disampaikan oleh para buruh yang datang pada acara tersebut.Dalam kesempatan itu, mendekati peringatan May Day 2026, Dia mengajak para buruh untuk merayakan dengan kegiatan konstruktif dan menjaga kondusivitas di masing-masing wilayah.

“Pada peringatan May Day nanti, mari adakan kegiatan yang konstruktif tanpa mengurangi hakikat May Day itu sendiri. Yaitu dengan cara menjaga hubungan industrial yang kondusif,” kata Luthfi.

Membangun Hubungan Industrial yang Baik 

Kegiatan konstruktif tersebut, kata dia, sangat diperlukan untuk membangun hubungan industrial yang baik antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah. ” Terlebih dalam menyikapi kondisi global saat ini yang secara tidak langsung akan berpengaruh sampai ke wilayah Jawa Tengah.”

Ia juga menjelaskan, kondusivitas serta jaminan keamanan dan ketertiban wilayah merupakan salah satu syarat penting investasi. Hal itu juga yang menjadi daya tarik Jawa Tengah para investor.

“Begitu tidak kondusif, maka investasi di tempat kita akan terganggu,” jelasnya.

Selaiin kondusivitas, syarat lain adalah perizinan yang mudah dan cepat. Pemprov Jateng berkomitmen akan mengawal seluruh perizinan bagi investasi yang masuk ke wilayahnya. Juga memperbanyak kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus di wilayahnya sehingga semakin memikat investasi.

Luthfi juga mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan upah tenaga kerja kompetitif. Peningkatan SDM dilakukan melalui optimalisasi sekolah vokasi, balai latihan kerja (BLK), hingga politeknik yang terkoneksi dengan perusahaan. Hal itu dilakukan agar SDM yang ada dapat terserap oleh investasi yang masuk, sehingga dapat menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin pekerja dan buruh bukan sebagai alat produksi melainkan ikut serta dalam mengembangkan perusahaan,” ujarnya.(sup*)