Halalbihalal FKSP Semarang Perkuat Ukhuwah dan Semangat Kampung Pancasila

oleh -54 Dilihat

SEMARANG,KABARNO.COM- Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Markas Kiai Santri Pancasila di Genuksari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (14/5/2026) malam. Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menggelar acara halalbihalal yang dihadiri para pendiri, pembina, penasihat, dewan syuro, pengurus, serta masyarakat setempat.

Acara yang berlangsung sederhana namun khidmat itu menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman organisasi kemasyarakatan Islam.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dalam sambutannya mengapresiasi kiprah FKSP yang dinilai telah menjadi embrio lahirnya Kampung Pancasila di wilayah Genuk. Menurutnya, keberadaan FKSP menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu.

“FKSP ini luar biasa. Dari sebuah inisiatif kebersamaan, kini berkembang menjadi organisasi lintas aliran Islam yang mampu menjadi payung persatuan dan kesatuan. Ini adalah contoh konkret pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” ujar Iswar.

Ia berharap, melalui kegiatan halalbihalal tersebut, semangat silaturahmi, gotong royong, dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara dan dikembangkan. ” Terlebih di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, kebersamaan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni.”

Ketua FKSP, Achmad Robani Albar, menjelaskan, bahwa forum ini didirikan oleh sembilan tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, Ahmadiyah, dan ICMI. Mereka memiliki satu kesamaan visi: menjembatani perbedaan yang selama ini kerap menjadi sekat.

“FKSP lahir dari kesadaran bahwa perbedaan adalah keniscayaan. Tapi dengan semangat ukhuwah islamiyyah, perbedaan itu bisa dirangkul menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan negara berdasarkan Pancasila,” kata Robani.

Ia menambahkan, FKSP tidak hanya menjadi ruang dialog antarorganisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat. Halalbihalal ini, menurutnya, adalah bagian dari upaya menjaga kesinambungan komunikasi dan kebersamaan tersebut.

Gus Ali Pimpin Sholawat Bersama

Acara semakin semarak ketika Gus Ali tampil memimpin sholawat bersama. Dengan gaya yang khas dan penuh penghayatan, ia mengajak seluruh hadirin melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Suara salawat menggema, menciptakan suasana religius yang menyentuh dan mempererat rasa persaudaraan di antara peserta.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai bentuk kepedulian sosial. Wakil Wali Kota Semarang menyerahkan sejumlah door prize kepada peserta yang beruntung. Tak hanya itu, bantuan sembako juga dibagikan kepada warga yang dianggap paling tua dan kurang mampu.

Menariknya, pada kesempatan tersebut juga diumumkan program bedah rumah bagi salah satu peserta yang sebelumnya telah melalui proses survei. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial yang didukung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang.

Langkah ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi mereka, kehadiran FKSP bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai organisasi yang nyata memberikan manfaat bagi warga sekitar.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah unsur pimpinan wilayah, antara lain Camat Genuk Pranyoto, Lurah Genuksari Waluyo, Kapolsek Genuk Rismanto, serta Danramil Genuk Rahmatullah.

Menurut Robani, kehadiran para pemangku kepentingan ini semakin menegaskan dukungan terhadap FKSP sebagai organisasi yang mampu menjembatani hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan.

“Di tengah arus perubahan sosial yang kian cepat, FKSP hadir sebagai ruang temu—tempat perbedaan tidak dipertentangkan, melainkan dirawat dalam semangat persaudaraan. Halalbihalal malam itu pun bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri, melainkan penegasan bahwa persatuan masih mungkin dirawat, bahkan di tengah keberagaman yang kerap dianggap rapuh,” ujarnya.

“Dari Genuksari, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: bahwa ukhuwah, gotong royong, dan kebersamaan bukan hanya jargon, melainkan praktik hidup yang terus dijaga, dari warga, oleh warga, dan untuk bangsa,” tambah Ketua Dewan Syuro Sun Djok San yang dalam kesempatan itu membacakan puisinya.(sup*)