Perjalanan kesedihan Indrajit seperti aliran kali yang tiap siang dan sore ia lewati. Kadang memamerkan momoknya saat banjir dengan air keruh menakutkan.

Belum terlalu sore untuk meninggalkan sekolah. Hari ini, Indrajit memiliki gairah yang meledak-ledak. Ia berlarian sejak dari rumah, untuk kemudian menemui Pak

Dengan wajah pias, Indrajin meninggalkan kelas. Tidak ada lagi yang menarik untuk berlama-lama di sekolahnya. Semua berubah tawar. Juga ketika ada yang