Akibat Luapan Sungai Babon, Beberapa Titik Wilayah Kota Semarang Kebanjiran

oleh -631 Dilihat

Semarang,KABARNO.Com -Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Kota Semarang dan daerah hulu sekitar pukul 02.00 dini hari, sehingga ada beberapa tempat terdampak banjir akibat luapan sungai Kali Babon. Luapan banjir yang begitu besar tersebut tidak mampu menampung debit air.

Akibatnya, genangan muncul di beberapa titik di Kelurahan Rowosari dan Meteseh, di antaranya Perumahan Argo Residence dan Grand Permata Tembalang di Rowosari, serta Grand Batik Semarang di Meteseh.

Bahkan Jalan Kaligawe Semarang menuju Demak juga mengalami banjir  setinggi lutut orang, sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan raya tersebut. Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tembalang pada Senin (16/2/2026) dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang langsung melakukan evakuasi warga, assessment lapangan, serta menyiapkan dukungan logistik untuk memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.

” Kita dari BPBD tim yang malam itu bertugas langsung terjun ke lapangan. Jadi kita full time. Jadi kita 24 jam terbagi 3 shift. Pada malam kejadian jam 2 kita meluncur,” ujarnya.

Menurut Riyanto, banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu, khususnya di Kabupaten Semarang, yang menyebabkan peningkatan debit air hingga meluap ke wilayah Kota Semarang.

“Permasalahannya ini di Kali Babon memang curah hujannya dari Kabupaten Semarang sudah sangat tinggi sehingga debit airnya itu kencang sehingga terjadi peluapan di Kali Babon,” jelasnya.

Mendirikan Dapur Umum 

Selain evakuasi, BPBD juga mendirikan dapur umum dan dukungan logistik bagi warga terdampak. “Kami juga menyiapkan dapur umum, nanti bidang logistik, kebiasaan kita pakai dapur umum,” tambahnya.

Riyanto menambahkan, BPBD juga terus melakukan monitoring wilayah terdampak, pembersihan pasca banjir, serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, termasuk air bersih.

” Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah kelurahan, dunia usaha, serta masyarakat melalui program kelurahan siaga bencana dan kelurahan tangguh bencana,” tambahnya.

Selain itu, BPBD Kota Semarang terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BNPB, serta BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi banjir susulan.

” Saya pastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan kondisi genangan di sejumlah titik mulai berangsur surut.”

Dinas Sosial Bantu Logistik

Tak hanya BPBD, Dinas Sosial Kota Semarang juga dengan sigap langsung memberikan bantuan logistik bagi warga di Perumahan Dinar Mas dan Rowosari. Bantuan yang diberikan tersebut antara lain selimut, kasur, makanan ringan/roti, pakaian bayi, sandang, perlengkapan mandi, air mineral, terpal hingga nasi bungkus sebanyak 1.200 bungkus per hari.

Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD, Dinas Sosial dan pihak-pihak lainnya terus melakukan upaya penanganan pasca banjir dan membantu warga terdampak.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau masyarakat supaya tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, total ratusan warga terdampak, termasuk 110 kepala keluarga di Grand Permata Tembalang. Sebanyak 18 jiwa, terdiri dari 12 orang dewasa dan enam balita, mengungsi di Masjid Iktifal Al Barokah untuk sementara waktu.(sup*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.