Baratayudha sudaha dimulai. Kurusetra, palagan perang antara Pandawa dan Kurawa, bosah-baseh. Berantakan, penuh puing bekas pertempuran. Ada bangkai gajah, tulang jaran, rongsokan
Sesaji Aswameda Menjelang Tahun Politik
Oleh: Ki Bawang Dalang Tanpa Wayang Indraprasta berpesta. Raja muda Yudhistira siniwaka, duduk di dampar kencana, tahta istana yang menyilaukan. Negeri Amarta
Api Cinta (47): Kayak Guru Kesenian saja, Ndakik-dakik Berteori
“Beda, seni dan seniman,” tambahnya menirukan guru kesenian yang mengajar di kelas. Tidak boleh digebyah-uyah. Seni itu luhur dan indah. Semua mata
Malem Minggu Lakone Pandawa Gugat
oleh Ki Bawang Dalang Tanpa Wayang Astinapura merana. Prabu Duryudana resah. Ia melihat negerinya dilanda hujan panjang tanpa berkesudahan. Salah mangsa, karena
Karno Tanding dan Kontrak Politik dalam Pilkada
Oleh: Ki Bawang Dalang tanpa Wayang Baratayuda adalah perang yang sudah dirancang sejak lama. Sejak para Pandawa dan Kurawa bahkan masih kanak-kanak.
Ontoseno Ngraman & Lagu Abimanyu
Oleh: Ki Bawang Dalang tanpa Wayang Gonjang-ganjing terjadi di Astina. Duryudana, raja yang sedang berkuasa bingung, sebab tidak tahu bagaimana mengalahkan Pandawa
Membaca Tumbal Politik Patih Suwanda
Oleh: Ki Bawang Dalang tanpa wayang Ini negeri penuh puji, Maespati. Negeri indah, gemah-ripah, dipimpin Prabu Harjuna Sasrabahu yang sakti berjaya. Tapi
Kresna Tiwikrama & Aroma Barathayuda
Astina disaput angin dingin senja itu. Hiruk-pikuk sesiang tadi, telah mengendap, menjadi gunjingan. Telik sandi menyebut Pandawa siap mengambi alih kekuasaan Suyudana
Baratayuda dan Titik Apes Ksatria
Oleh: Ki Bawang Dalang tanpa wayang Tersebutlah Bisma ya Dewabrata terpedaya. Ialah tokoh sakti pewaris tahta Astina yang sesungguhnya. Tapi ia, menjadi
Pandawa Dadu & Politik yang Mendewasakan
Oleh Ki Bawang Dalang Tanpa Wayang Pertaruhan yang sangat besar dibuat. Wijakangka ya Puntadewa ya Yudhistira ya Darmakusuma, seperti tak peduli. Raja
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- Berikutnya

