Gonjang-ganjing terjadi di Astinapura. Prabu Duryudana resah. Ia melihat negerinya dilanda hujan panjang tanpa berkesudahan. Salah mangsa, karena sudah seharusnya hujan tidak

Baiklah. Baratayuda memang sedang menititi saat-saat keramat. Babak demi babak memilukan sudah terjadi. Sementara para senapati perang berguguran, bagai dibawa bandang banjir