Baratayuda diam-diam menyimpan bara. Semua tokoh seperti menjadi target untuk digulung prahara. Kali ini, Raden Abimanyu yang maju menjadi tumbal perang besar
Baratayuda &Tokoh tak Tampak di Balik Kekalahan & Kemenangan
Bisma ya Dewabrata terpedaya. Tokoh sakti pewaris tahta Astina yang sesungguhnya itu, menjadi tumbal Baratayuda, perang dua trah cucunya. Sukma Dewi Amba
Saatnya Menghitung Dosa-dosa Masa Lalu Sengkuni
Sore meranggas di tepian Tegal Kurukasetra. Palagan perang Baratayuda itu, senyap setelah malam menjelang. Para prajurit Kurawa dan bala Pandawa sedang merenungi
Main Keroyokan Sebelum Brontoyudo
Prabu Duryudana ya Jakapitana ya Suyudana menarik nafas panjang. Ia sudah mengutus Patih Sengkuni dan Pandita Durna untuk mencari bantuan. Bantuan yang
Menyembunyikan Baladewa agar tak Ikut Pemilu
Pertapan Grojogan sewu senyap. Hanya sesekali kesiur angin mengirim suara lirih dedaunan yang bergesekan. Wasi Jaladara termangu, menunggu waktu yang berlalu dalam
Dewabrata & Kisah Salah Memilih Pinangan
Dewabrata tertunduk, lesu. Ia adalah pangeranpati Astinapura. Sebagai putra mahkota, hidupnya mengalir tragis, bahkan menjadi picu pecah perang di Kurukasetra yang kondang
Pandawa Gugat & Puisi Ibu Kunthi
Gonjang-ganjing terjadi di Astinapura. Prabu Duryudana resah. Ia melihat negerinya dilanda hujan panjang tanpa berkesudahan. Salah mangsa, karena sudah seharusnya hujan tidak
Rahasia Baratayuda Bocor karena Pembicaraan Para Dewa Disadap
Sidang para dewa berlangsung tegang. Sebab, satu demi satu nama para ksatria ditentukan hidup dan matinya. Hari itu, dewata tengah menulis lakon
Para Ksatria, Ayo Berkaca pada Tripama
Kurusetra sudah panas. Gerah yang menyusup bukan saja datang dari terik siang. Tapi juga suhu politik yang kian genting. Baratayuda sudah di
Mas Petruk Menanti Pilres
Baiklah. Baratayuda memang sedang menititi saat-saat keramat. Babak demi babak memilukan sudah terjadi. Sementara para senapati perang berguguran, bagai dibawa bandang banjir
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- 7
- Berikutnya

