BNNP Jateng Sisir Enam Tempat Hiburan Malam Semarang, Pastikan Tak Ada Ruang bagi Narkoba

oleh -257 Dilihat

Semarang, KABARNO.Com-  Setelah melakukan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 secara seremoni, petugas kini terus memacu kinerjanya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus langsung menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata, dengan menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang, Jumat (31/7/2036) malam hingga Sabtu (1/8/2026) dini hari.

Petugas Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jawa Tengah menyisir enam lokasi hiburan malam, yakni Octopus Executive Karaoke, Golden Music, Valentine Karaoke, Mutiara Music, Diva Music, dan Seroja Karaoke.

” Operasi dilakukan untuk memastikan tempat hiburan tidak menjadi ruang tumbuh penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika,” ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum ketika dihubungi secara terpisah.

Menurutnya, dalam operasi tersebut, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 16 orang yang berada di lokasi. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung narkotika.

” Perang melawan narkoba tidak mengenal istilah selesai. Pasca HANI justru menjadi momentum untuk meningkatkan intensitas pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan,” tegasnya.

Meski demikian, dalam perang terhadap.narkoba ini, pesan kami jelas jangan pernah berpikir ada ruang aman bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah.

” BNN akan terus hadir melalui operasi, pengawasan, penindakan, dan pencegahan secara berkelanjutan. Tempat hiburan yang menjalankan usahanya dengan bersih tentu tidak perlu khawatir, tetapi siapa pun yang mencoba menjadikan tempat hiburan sebagai lokasi penyalahgunaan atau transaksi narkotika akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tegas Agus Rohmat.

Ia menambahkan, keberhasilan seluruh peserta pemeriksaan memperoleh hasil negatif patut diapresiasi sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengelola tempat hiburan.

” Namun demikian, hasil tersebut tidak akan mengurangi intensitas operasi yang akan terus dilakukan secara acak dan berkelanjutan,” tandasnya.

Langkah Deteksi Dini dan Membangun Efek Pencegahan 

Ketua Tim Operasi sekaligus Penyidik Madya BNNP Jawa Tengah, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu, S.I.K., M.H. mengatakan operasi yustisi merupakan langkah deteksi dini sekaligus upaya membangun efek pencegahan.

“Kami ingin memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu tempat hiburan yang bebas dari narkotika.”

Namun demikian, lanjutnya, pemeriksaan dilakukan secara profesional, acak, dan humanis. Fakta bahwa seluruh hasil tes urine negatif tentu menggembirakan, tetapi kami tidak akan lengah.

” Operasi seperti ini akan terus kami lakukan tanpa pemberitahuan agar memberikan efek cegah bagi siapa pun yang berniat menyalahgunakan narkotika,” ujar Ferry.

Salah seorang pengunjung yang menjalani pemeriksaan urine, Agung Budiman, Warga Kelurahan Kuningan mengaku mendukung langkah BNNP Jawa Tengah.

Menurutnya, kehadiran petugas justru memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang untuk menikmati hiburan secara sehat.

“Saya mendukung pemeriksaan seperti ini. Tidak ada masalah selama dilakukan dengan baik. Justru kami merasa lebih nyaman karena tahu tempat hiburan diawasi. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar narkoba benar-benar tidak punya tempat,” katanya.

BNNP Jawa Tengah menegaskan, tambah Ferry, bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui pengawasan rutin, deteksi dini, serta kolaborasi dengan pengelola tempat hiburan dan masyarakat.

” Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba), sekaligus menjaga ruang-ruang publik tetap aman dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,”ujarnya.(sup*)