Analisis dan Evaluasi, BNNP Jateng Tegaskan Bandar Diburu, Korban Diselamatkan, Anak Dilindungi

oleh -259 Dilihat

MAGELANG,KABARNO.Com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar Rapat Analisis dan Evaluasi (ANEV) BNNP Jawa Tengah dan BNNK jajaran bulan Juni–Juli 2026 di Kantor BNN Kabupaten Magelang, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan program, capaian kinerja, realisasi anggaran, serta strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Jawa Tengah.

Rapat dilaksanakan secara hybrid dan diikuti jajaran BNN Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Agenda ANEV meliputi evaluasi realisasi anggaran dan capaian kinerja Juni–Juli 2026, rencana kegiatan Agustus 2026, evaluasi program prioritas Kepala BNN berupa Ananda Bersinar, Sobat Bersinar, IKAN, dan Saka Anti Narkoba, serta perkembangan pembangunan Zona Integritas.

Kepala BNNK jajaran, Agus Rohmat menegaskan, bahwa evaluasi harus menjadi pijakan untuk menyempurnakan strategi P4GN, bukan sekadar mengejar capaian administratif dan angka kinerja.

“Dalam upaya penyempurnaan strategi P4GN, BNN terus melakukan pendekatan yang semakin komprehensif dan berimbang, namun tetap tegas terhadap bandar dan jaringan narkoba. Di sisi lain, BNN tetap mengedepankan humanisme dalam memulihkan penyalahguna dan korban narkotika serta semakin preventif dalam melindungi anak-anak Indonesia sejak usia dini,” tegas Agus.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan semangat “War on Drugs for Humanity”, yakni perang terhadap kejahatan narkotika dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mengedepankan pendekatan humanis demi menyelamatkan manusia.

Agus menekankan, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan. Melalui Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak), BNN mendorong penguatan karakter, ketahanan diri, kecakapan hidup, literasi bahaya narkotika, serta peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

“Ananda Bersinar kami rancang agar berjalan searah dengan agenda besar pembangunan sumber daya manusia. Sebab, anak yang sehat, tercukupi gizinya, dan memperoleh pendidikan yang baik, tetapi tidak memiliki daya tangkal terhadap narkotika, tetap berada dalam risiko kehilangan masa depannya,” jelasnya.

Meski begitu, ia meminta seluruh BNNK memastikan Ananda Bersinar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui program konkret, terukur, dan berkelanjutan. Penguatan pencegahan juga dilakukan melalui integrasi kurikulum antinarkotika dalam pembelajaran serta penguatan Saka Antinarkotika untuk membangun karakter dan daya tangkal generasi muda.

“Kita tidak boleh menunggu anak menjadi korban baru kemudian bergerak. Perlindungan harus dimulai sejak dini, dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, hingga ruang-ruang tempat anak tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Realisasi Anggaran Jawa Tengah 

Sementara itu, Kepala Bagian Umum BNNP Jawa Tengah Wahyu Ratriyani, S.K.M., M.A.P., menekankan penguatan tata kelola administrasi, sarana dan prasarana, SDM, serta perencanaan anggaran di lingkungan BNNP dan BNNK jajaran.

Selain itu, mendorong peningkatan implementasi SRIKANDI, khususnya tata naskah dinas elektronik dan pengelolaan arsip digital agar surat maupun disposisi dapat ditelusuri dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari sisi anggaran, hingga 5 Agustus 2026, realisasi BNNP dan BNNK jajaran se-Jawa Tengah mencapai Rp20,36 miliar atau 67,69 persen dari total pagu Rp30,08 miliar.

“Selain kinerja dan anggaran, ANEV mengevaluasi pembangunan Zona Integritas. BNNP Jateng bersama BNNK Magelang, Purbalingga, Cilacap, dan Kendal ditargetkan mempertahankan predikat WBK pada 2026 dan menuju WBBM pada 2027. BNNK Batang dan Temanggung ditargetkan memperoleh WBK pada 2026.,”terangnya.

Melalui ANEV ini, BNNP Jawa Tengah menegaskan, komitmen untuk menjadikan evaluasi sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan. Pemberantasan diperkuat untuk memutus jaringan narkotika, rehabilitasi dikedepankan untuk menyelamatkan korban, sementara pencegahan diperkuat sejak anak-anak agar generasi masa depan memiliki daya tangkal terhadap narkotika.

” War on Drugs for Humanity bukan hanya perang melawan narkotika, tetapi perjuangan untuk menyelamatkan manusia dan memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan bebas dari narkotika.”

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala BNNP Jawa Tengah Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama Kepala Bagian Umum BNNP Jawa Tengah Wahyu Ratriyani, S.K.M., M.A.P. Sementara Kepala BNN Kabupaten Magelang hadir sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan.(sup*)