Tiap Hari Keliling Kulon Progo, Marija Bangkitkan Kepedulian Masyarakat

oleh -2167 Dilihat
oleh

Dalam suasana hangat, H Marija, ST, MM, MT, menerima puluhan orang di pendopo rumahnya, Sabtu malam, 4 November 2023.

Resminya, pertemuan itu, menjadi rangkaian  peringatan Hari Sumpah Pemuda serta Hari Pahlawan tahun 2023. Peserta  silaturahmi dan sarasehan  itu, adalah anggota komunitas pecinta Kulon Progo yang tergabung dalam kelompok Ayo Bangkit Peduli Kulon Progo (ABKP).

Semula, ABKP adalah  Grup WA  yang terdiri dari lintas masyarakat, lintas usia, serta lintas latar belakang sosial. Tujuannya untuk ikut memikirkan kesejahteraan warga Kulon Progo. Terutama, di saat  hantaman badai krisis yang mengakibatkan UMKM lesu.

Sampai saat ini, anggota ABKP mencapai 400 orang lebih. Domisilinya tersebar di seluruh wilayah Kulon Progo. Dibentuk satu tahun lalu, atau tepatnya November 2022, komunitas ini  nengajak  peduli pada Kulon Progo .

Anggota ABKP terdiri dari warga masyarakat kebanyakan pelaku UMKM di seluruh wilayah Kulon Progo.  “Alhamdulillah anggotanya semakin hari tambah terus semakin banyak. Anggota GWA dianjurkan untuk melarisi  alias membeli produk UMKP sesama anggota GWA,” kata Pak Marija mantan pejabat Pemkab Sragen Jawa Tengah, yang siap mengabdi untuk Kulon Progo.

Kopi  darat  Ayo Bangkit Peduli Kulon Progo  berjalan lancar, di kediaman Haji Marija, di Dukuh 8, Kelurahan Cerme,  Kapanewon Panjatan. “Ya ini, jadi ajang silaturahmi, sambil ngobrol mencari sesuatu yang bisa dikerjakan bersama untuk Kulon Progo,’ tambahnya.

Sebagai mantan pejabat di sejumlah dinas di Kabupaten Sragen, Marija melihat ada kemiripan probelmatika yang dihadapi masyarakat Kulon Progo dan Sragen. Itu, yang membuatnya optimis, bisa ikut ‘cawe-cawe’ dalam membangkitkan Kulon Progo.

Meski telah purna tugas, alumni STM Negeri Wates itu, memang tidak ingin sekadar berpangku tangan menikmati hari tua. Hingga saat ini, kegiatannya juga sangat padat. Setiap hari, keliling Kulon Progo, bertemu dengan masyarakat. Terutama mereka yang sedang berkesusahan, seperti sripah hingga yang menghadapi persoalan-persoalan lain.

Sebelum mengumpulkan ABKP, Marija juga melakukan droping air bersih ke sejumlah tempat.  Terakhir ke Samigaluh. Setelah itu, memberikan bantuan kepada korban kebakaran di daerah Sidomulyo, Pengasih.

Latar belakangnya sebagai  orang Pekerjaan Umum (PU), memang membuat Pak Marija cepat tanggap. Terutama jika menghadapi banyak kendala lapangan.  Tapi selain menjadi orang PU, Haji Marjia yang kini tinggal di Kalurahan Cerme, Kapanewon Panjatan, memiliki banyak pengalaman di sejumlah bidang.

Sejak resmi menjadi ASN di Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta, karirnya direntang panjang di sejumlah daerah. Dari ibukota, Marija hijrah ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Alumni SDN Panjatan ini, menangani proyek irigasi di Kanwil DPU NTB. Beberapa tahun kemudian, pindah lagi ke Kabupaten Sragen.

Di Sragen, karir  lulusan SMPN Panjatan ini, semakin kuat. Sealin pernah menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan di Pemkab Sragen, Marija pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen.

Setelah jadi Kepala Dinas PU, almuni STM Negeri Wates ini, dipercaya menajdi Kepada Dinas Lingkungan Hidup sebelum akhirnya kembali menempati posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sragen, hingga purna tugas.

Merantau sejak belia, Marija terus belajar dan menempa diri, menjadi sosok yang pinunjul. Karir pendidikannya juga panjang. Setelah lulus STM Negeri, kuliahnya dirampungkan di Kota Mataram. Ia mengambil S1 Teknik Sipil.

Dua gelar master dirampungkan di dua dispilin ilmu berbeda. S2 bidang ekonomi managemen diselesaikan di sebuah universtas di Surabaya. Sedang S2 Teknik Sipil, dirampungkan di Surakarta.

Mempunyai karir panjang di banyak tempat, pak Marija dan sang istri,  Hj. Listyati katriningsih ,SH yang juga seorang  ASN sukses membesarkan tiga buah hati dengan baik. Kini, tiga anak-anak Pak Marija juga berhasil membangun karir di bidang masing-masing.

Si sulung Rialiska Teja murti ,ST, dan si bungsu M Danudoro, ST,  berkarir di  BUMN. Sementara anak kedua,   dr, Balqis Kartika Murti  adalah dokter Sepesialis  THT KL di  RSU di Solo.

Lahir dari orang desa, Haji Marija mengisahkan sejarah hidup leluhurnya, yang kebanyakan menjadi petani atau pedagang. Tapi kakeknya yang asli Gothakan, bisa jadi bukan orang-orang sembarangan,  melainkan tokoh-tokoh dari masa silam. Dari nama-nama eyangnya, Eyang Dipowikromo atau Eyang Buyutnya, Dipojoyo, publik barangkali bisa melacak jejak sejarahnya di masa lampau. (ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.