Tentang Dua Wanita Misterius di Goa Seplawan

oleh -65 Dilihat
oleh

Sudah mau sore, sebuah pesan dari masa lalu datang, mengejutkan. Pengirimnya mas pamong, sahabat kecil, personil Bassiss 17 yang sudah jadi tokoh masyarakat.  Tidak perlu disebut namanya, tapi pasti sudah rumongso nek digrenengi di sini.

Foto kenangan yang dikirim cukup lengkap, seperti ingin menggenapi foto-foto lain yang sumebar di banyak file lawas kawan-kawan Bassiss 17. Kali ini adalah seri foto perjalanan njajah deso milangkori ke Goa Seplawan. Goa sangat populer masa itu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Kulon Progo. Secara administratif, Goa Seplawan berada di wilayah Purworejo Jawa Tengah.

Saat ini, Goa Seplawan menjadi tujuan wisata paling menyenangkan. Rutenya gampang. Dari pusat kota Purworejo hanya setengah jam. Sedang dari Wates, Kulon Progo juga hanya satu setengah jam. Banyak angkutan umum yang bisa mengatar ke dekat goa. Itu saat ini, berbeda dengan dulu.

Saat itu, di tahun 90an, anak-anak Bassiss 17 nyaris sebulan sekali heking ke perbukitan Menoreh. Kalau tidak ke Puncak Suroloy atau Kiskendo ya ke Seplawan. Nah, foto yang dikirim mas pamong tadi, adalah seri perjalanan ke Seplawan.

Seperti biasa, semua personil Bassiss 17 sudah komplet berkumpul sejak satu hari sebelum perjalanan. Semua mendapat tugas mempersiapkan perbekalan. Markas tetapnya, ya di gandok selatan ndalemnya Densus.

Selepas subuh, perjalanan dimulai dengan menggedruk siti-bantolo tiga kali, setelah melafal Bismillah. Lalu, bergerak ke utara, melintasi sawah lor, mlumpat ril sepur, terus ke utara. Perjalanan mulai menanjak begitu meninggalkan Selo.

Dalam tiga jam, rombongan sudah sampai Kokap, lalu menikung ke kiri, nrabas alas. Rute semakin berat karena tidak lewat jalan aspal, melainkan tetegalan dan hutan. Di tengah hari, sebelum sampai di tlatah Donorejo. Sudah dekat sebenarnya dengan Seplawan, tapi diputuskan istirahat, membongkar bekal pertama.

30 menit cukup. Dan, di antara lelah, inilah Goa Seplawan.  Mas Romi, Mas Gurin, Kangbarno, Kang J, berebut masuk lubang gua yang langsung disambut lumpur setinggi lutut. Hari itu, rasanya masih belum lama lewat. Keriuhan seperti terdengar sangat jelas, karena memang hari libur.

Nah, yang kegitangan adalah Mas Romi, Mas Gurin, Kangbarno, Lek Gawin. Rupanya, mereka berebut duluan masuk, karena melihat dua gadis yang sedang bersadar di dinding goa. Mas Gurin yang memberi aba-aba untuk segera mengabadikan momentum itu. Jadilah foto sangat langka yang menggambar kelakuan anak-anak Bassis 17 yang kadang usil. Sampai saat ini pun, kalau ditanya, siapa dua wanita itu, tidak ada yang bisa menjawab.(rom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.