Home / KANGBARNO / Surjan Ijo Jarike Ireng, HUT Kulon Progo mesti Gayeng

Surjan Ijo Jarike Ireng, HUT Kulon Progo mesti Gayeng

Tanggal 16 Oktober tinggal lima hari lagi. Poro perantau Kulon Progo di Jabodetaben, sudah bersiap merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kulon Progo ke-70. Tempatnya di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sahabat Ngopi & KPDJ rapat panitia HUT Kulon Progo.

Semua telah siap. Panitia, terutama telah menyiapkan standar protokol Kesehatan, yang akan diterapkan secara ketat. Undangan yang tidak banyak, harus sudah divaksin. Setelah masuk pelataran pendopo Anjungan DIY, dicek suhu tubuhnya, kemudian diarahkana untuk  cuci tangan.

“Yang tidak pakai masker, langsung kita minta memakainya. Kalau tidak bawa msker, kita berikan masker. Tidak boleh dibuka selama mengikuti acara. Kemudian, bangku undangan sudah dibuat berjarak dengan handsanitizer ada di setiap meja dan di setiap sudut,” kata Sutomo, Ketua Panitia HUT Perantau Kulon Progo.

Mastomo juga meminta kepada warga Kulon Progo yang ingin mengikuti acara ini, untuk tidak datang ke TMII, karena pasti tidak boleh masuk.  Oleh karena ketatnya kesigapan panitia, perayaan HUT Kulon Progo yang berisi Campursari dan Wayangan ini, disiarkan secaa langsung lewat beberapa channel youtube.

Salah satu channel yang menyiarkan adalah milik Badan Penghubung Daerah Provinsi DIY. Kemudian ada Kabarno, Sang Wayang, dan My Kulon Progo. “Nonton lewat medsos juga bisa, karena pergelaran ini, kita siarkan juga di beberapa media sosial,” tambah Heri Rudi Atmoko, Wakil Ketua Panitia yang pamahm dunia digital.

Dalam soal teknis pelaksanaan acara, terutama soal aturan protokol Kesehatan, semua sudah siap. Tim penegak prokes juga sudah dibentuk dengan tugas mengingatkan para tamu untuk tetap ta’at prokes.

Dan, yang terlihat menarik adalah surjan para panitia. Warnanya ijo royo-royo. Warna itu dipilih Mbah Yatno Alimonsa secara khusus. Batiknya, batik tulis dari Sembung, Kulon Progo. “Semua panitia memakai seragam batik Sembung, ada motif gebleg renteng. Untuk panitia pria beberapa dibuat surjan, tapi ada yang dibuat baju lengan panjang. Panitia putri juga,” turur Mbahyatno yang sibuk ngetan-ngulong, Jakarta-Kulon Progo, untuk memastikan pembuatan seragam selesai tepat waktu.

Semengat perantau Kulon Progo mengikuti acara ini cukup besar. Tapi panitia memang tidak bisa mengundang semuanya, sehigga hanya dipilih perwakilannya saja. Ada perwakilan Banten dan sekitarnya, Bandung dan sekitarnya, serta beberapa yang langsung datang dari Kulon Progo.

Digagas oleh Forum Diskusi Sahabat Ngopi Kulon Progo (SNKP) dan Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ), Campursari dan wayangan ini, didukung oleh Badan Penghubung Daerah DIY dengan skema pembiayaan Dana Keistimewaan.

Dan, setelah pertunjukan Campursari dari jam 09.00 hingga 12.00 selesai, Ki Imam Kuncoro, dalang muda dari Depok, juga sudah siap mbabar lakon Ontoseno Ngraman.  Meski masih muda, seniman yang dikenal dengan sebutan Dalang PP ini, kaya pengalaman dan prestasi, jadi tidak akan rugi nonton di rumah sambil leyeh-leyeh.

Dengan berseloroh sambil membuat pantun Masnur Samsir mengatakan, Surjan ijo jarike ireng, HUT Kulon Progo mesti gayeng.(hir)

 

 

About redaksi

Check Also

Haryanta, SH: Calon Lurah Banaran yang Berpengalaman & Didukung Trah Berpengaruh

Pemilihan Lurah Banaran, segera digelar. Akan berlangsung pada Minggu, 24 Oktober 2021, Pemilihan Lurah (Pilur) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *